TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perayaan malam takbiran di Kabupaten Gianyar, Bali dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah berjalan khidmat, Jumat 20 Maret 2026. Kegiatan umat Muslim tersebut pun mendapat penjagaan dari Polres Gianyar.
Suasana religius tampak di sejumlah titik pelaksanaan takbiran yang digelar secara terpusat di dalam masjid maupun gedung serbaguna. Berdasarkan data di lapangan, sekitar 259 umat Muslim mengikuti rangkaian kegiatan takbiran tanpa adanya pelaksanaan takbir keliling, sehingga situasi tetap terkendali dan kondusif.
Baca juga: Gema Malam Takbir Mengalun di Sela Ngembak Geni, 495 Personel Polda Bali Diterjunkan Jaga Keamanan
Di Kecamatan Gianyar, kegiatan dipusatkan di Masjid Agung Al-A’la dengan jumlah jamaah sekitar 75 orang. Sementara di Kecamatan Ubud, takbiran berlangsung di Gedung Serbaguna Yayasan Ubudiyah yang diikuti sekitar 20 peserta.
Untuk wilayah Kecamatan Blahbatuh, kegiatan tersebar di beberapa lokasi seperti Masjid Nurul Yaqin, Masjid Darul Hijrah, serta musholla dan gedung serbaguna lainnya dengan total sekitar 130 jamaah.
Baca juga: Biasanya Meriah, Gema Takbir di Masjid Besar Kepaon Tanpa Pawai Obor Keliling, Ini Kata Pengurus
Adapun di Kecamatan Sukawati dan Tegallalang, takbiran dilaksanakan secara sederhana dengan jumlah peserta yang relatif lebih sedikit.
Pengamanan dilakukan secara maksimal oleh personel gabungan dari Polri, TNI, serta unsur pengamanan internal dan masyarakat.
Ratusan personel diterjunkan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas.
Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, menyampaikan bahwa situasi selama malam takbiran tetap terjaga dengan baik. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan malam takbiran berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Ini merupakan hasil sinergi yang baik antara aparat keamanan, panitia, serta masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan takbiran secara tertib di tempat ibadah guna meminimalisir potensi gangguan keamanan maupun ketertiban lalu lintas.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan saling menghormati, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Fitri.
Dengan berakhirnya malam takbiran, situasi di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar dilaporkan tetap aman dan terkendali tanpa adanya kejadian menonjol. "Hal ini menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan serta toleransi yang terjaga di tengah masyarakat Gianyar," ujarnya. (*)