TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diwarnai masih tingginya arus pemudik di Jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Cirebon.
Tercatat, sekitar 10 ribu kendaraan masih melintas di jalur utama tersebut pada Jumat (20/3/2026) malam.
Berdasarkan data traffic count Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, jumlah tersebut dihitung sejak pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.
Dari total itu, sebanyak 9.500 kendaraan didominasi oleh sepeda motor, sementara sisanya terdiri dari mobil pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan barang.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas masih terbilang padat.
Seperti yang terlihat di simpang empat Pemuda, Kota Cirebon, deretan kendaraan memadati badan jalan hingga menimbulkan antrean panjang.
Baca juga: Jelang Salat Id, Ribuan Warga Sudah Tiba di Alun-Alun Indramayu
Puluhan sepeda motor tampak bergerak perlahan dalam satu arah, dengan sorot lampu depan yang menciptakan garis cahaya di sepanjang aspal.
Di sisi lain, kendaraan besar seperti truk kontainer dan bus antarkota juga terlihat ikut terjebak dalam kepadatan arus.
Tak hanya itu, angkutan umum dan mobil pribadi turut menyemut di antara lautan kendaraan roda dua.
Lampu lalu lintas yang menyala merah di persimpangan semakin memperpanjang antrean, membuat laju kendaraan tersendat di tengah suasana malam yang gelap, hanya diterangi lampu jalan dan cahaya kendaraan.
Gambaran tersebut menjadi potret nyata derasnya arus mudik yang belum sepenuhnya mereda meski sudah memasuki malam takbiran.
Sehari sebelumnya, atau H-1 Lebaran 2026, Jalur Pantura Cirebon bahkan sempat terlihat 'memutih' dipenuhi lautan kendaraan.
Ribuan pemudik terus mengalir tanpa henti, terutama pengendara sepeda motor yang mendominasi perjalanan menuju kampung halaman.
Data Dishub Kota Cirebon mencatat, total kendaraan yang melintas sejak H-7 hingga H-1 Lebaran mencapai 577.215 unit.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon, Indra Setiaman, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pemantauan hingga pukul 11.30 WIB pada H-1 Lebaran.
“Jumlah kendaraan yang melintas dari H-7 sampai H-1 Lebaran sekitar 577.215 unit, berdasarkan perhitungan hingga pukul 11.30 WIB,” ujar Indra, saat ditemui di Pos Induk Dishub di depan Goa Sunyaragi, Jumat (20/3/2026) siang.
Dari ratusan ribu kendaraan tersebut, sepeda motor menjadi yang paling dominan dengan jumlah mencapai 503.445 unit, disusul mobil pribadi sebanyak 52.643 unit.
Ia menyebutkan, rata-rata kendaraan yang melintas di Jalur Pantura Cirebon saat ini berada di kisaran 1.284 unit per jam.
Bahkan, puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran dengan jumlah kendaraan hampir mencapai 149 ribu unit dalam satu hari.
“Puncak arus mudik terjadi pada H-2, jumlahnya hampir mencapai 149 ribu kendaraan dalam satu hari,” jelasnya.
Meski begitu, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Lebaran tahun sebelumnya, terjadi sedikit penurunan jumlah kendaraan.
Namun, tren peningkatan tetap terlihat jika dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub Kota Cirebon melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, khususnya di titik-titik persimpangan utama.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperpanjang durasi lampu hijau hingga sekitar 95 detik, agar kendaraan dari jalur utama dapat melintas lebih cepat dan mengurangi antrean.
“Kami menambah durasi lampu hijau di persimpangan agar kendaraan yang melintas di jalur mudik bisa bergerak lebih cepat,” katanya.
Menariknya, pada arus mudik tahun ini, Dishub tidak melakukan penutupan persimpangan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kebijakan tersebut dinilai cukup efektif dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas, meski volume kendaraan terus membludak.
Dengan berbagai upaya tersebut, arus kendaraan di Jalur Pantura Cirebon pada malam takbiran tetap bergerak, meski kepadatan masih terasa di sejumlah titik.