TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN — Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Medan di Lapangan Merdeka, pukul 07.20 Sabtu (21/3/2026), berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan.
Sejak pagi, ribuan jemaah memadati kawasan bersejarah di pusat Kota Medan itu dengan membawa harapan, rasa syukur, serta doa-doa terbaik di hari kemenangan.
Cuaca cerah turut menambah kehangatan suasana. Matahari pagi bersinar lembut seolah menyambut langkah para jemaah yang datang bersama keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat untuk menunaikan Salat Id berjamaah.
Di tengah suasana yang hening dan syahdu, pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh imam yang juga dikenal sebagai qori nasional, Adnan Tumangger. Kehadirannya menghadirkan nuansa spiritual yang begitu kuat di tengah ribuan jemaah yang larut dalam ibadah.
Lantunan ayat suci Alquran yang dibacakannya terdengar merdu, khas, dan begitu mengena. Suaranya memecah pagi dengan kelembutan yang menenangkan, namun pada saat yang sama juga melarutkan hati para jemaah atas makna surat yang dibaca.
Puncak haru terasa ketika pada rakaat kedua, Adnan Tumangger tak kuasa menahan tangis saat melantunkan ayat suci Alquran, tepatnya Surat Al Hasyr 21-24. Suasana pun seketika menjadi semakin emosional.
Usai sholat, Tribun-Medan.com mewawancarainya langsung tentang perasaan yang dialami sampai menangis saat mengimami ribuan jemaah. Momen itu dimaknai karena bersyukur usai melawati puasa ramadhan.
"Bulan puasa itu kan penuh barokah, banyak keistimewaannya, setiap perbuatan baik Allah lipatgandakan pahala kita. Tadi sedih karena meninggal bulan Ramadan tahun ini, dan belum tahu kapan bertemu lagi. Tadi itu Surat Al Hasyr 21-24 tentang Asmaul Husna (nama-nama dan sifat Allah)," kata Adnan.
Arti Surat itu di antaranya yakni, 'Sekiranya Kami turunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir'.
Lalu artinya : Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Lalu dilanjutkan dengan kalimat berisi nama-nama dan sifat Allah yang Maha Segala.
"Banyak yang diingat, rezeki yang diberikan. Salah satunya bisa diamanahkan jadi imam6di Sholat ID ini. Saya begiru terharu. Asmaul Husna tentang keagungan Tuhan," ungkap pria bersahaja ini.
Sejumlah jemaah larut dalam kekhusyukan, bahkan menitikkan air mata. Momen itu menjadi gambaran betapa doa-doa yang dipanjatkan pagi itu lahir dari hati yang tulus, di hadapan Tuhan Yang Maha Agung, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang.
(Dyk/Tribun-Medan.com)