Kritik Keras Dedi Mulyadi di Hari Lebaran: Kita Banyak Pungutan Pajak tapi Enggak Maju-maju!
Ravianto March 21, 2026 01:48 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan lebaran tahun ini dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan penuh riang gembira.

Tapi, kata Dedi, diantara riang gembira itu suasana lebaran pasti ada tetesan air mata, baik dari orang menyesali kesalahannya, ingat pada keluarganya yang sudah tidak ada dan ingat pada keluarganya yang jauh.

"Itu lah ciri dan tradisinya lebaran, tapi saya merasa bahwa pemerintah hari ini belum berbuat sesuai dengan keinginan masyarakatnya," ujar Dedi, sesuai salat idulfitri di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).

Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jabar, pada momen lebaran ini.

"Pemerintah belum bisa bekerja dengan baik, melayani kebutuhan masyarakat, memenuhi seluruh apa yang menjadi harapan," katanya.

Selain itu, Dedi juga membandingkan antara Indonesia dengan Islam dalam hal pungutan pajak. 

Baca juga: Respon Dedi Mulyadi soal Wacana Presiden Prabowo Terapkan WFH untuk Hemat BBM

"Islam mungutnya cuman zakat, kita ini kan rakyat suka iuran, ada pungutan, ada berbagai hal lah ada zakat, ada pajak, segala macam ya, banyak sekali tetapi kita enggak maju-maju," katanya.

Kuncinya cuman satu, kata dia, di negara lain jatah penyelenggara negaranya sedikit, sehingga uang untuk kepentingan rakyat lebih banyak.

"Di kita ini jatah untuk penyelenggara negaranya kegedean.Itu yang terus menerus ingin saya tekan, ingin saya perbaiki dan itu sekarang sudah mulai menampakkan hasil kan dari realokasi anggaran provinsi kan sudah mulai kelihatan," ucapnya.

"Uang-uang provinsi terdistribusi dengan baik terlihat ke mana mengalirnya, tidak gelap," tambahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.