40 Ribu Jemaah Memadati Masjid Islamic Center Samarinda, Salat Id 2026 Berlangsung Khidmat
Briandena Silvania Sestiani March 21, 2026 02:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Lantunan takbir berkumandang memenuhi udara saat puluhan ribu umat muslim berduyun-duyun memadati Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Center, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (21/3/2026). 

Sejak pagi buta, warga Samarinda telah berdatangan demi mendapatkan saf terbaik untuk menunaikan ibadah salat Idul Fitri 1447 H.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masjid yang menyandang predikat terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal ini mulai penuh sejak pukul 07.00 WITA.

Tak hanya ruang utama, area selasar hingga halaman masjid pun tampak memutih oleh jemaah yang menggelar sajadah di atas koran dan spanduk.

Salat dimulai tepat pukul 07.32 WITA dengan imam Ustadz H. Abdullah Al Makki, bilal Ustadz Jumardin Syarifuddin, serta khotbah yang disampaikan oleh Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. H. Zurnalis, M.Ag.

Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kaltim, Irianto Lambrie, memperkirakan sekitar 40.000 orang hadir memadati masjid kebanggaan masyarakat Benua Etam tersebut. 

Baca juga: Salat Id di Islamic Center, Gubernur Kaltim Ajak Warga Jaga Kerukunan, Selipkan Doa untuk Pemimpin

Irianto bilang, pihaknya telah melakukan konsolidasi cepat untuk membangun kesamaan visi di internal pengurus demi menyambut momen besar ini.

"Jadi petugas kebersihan, security, sampai teknisi perbaikan sarana dan prasarana itu saya kontrol semua. Jadi kebersihan ini adalah hal wajib, harus bersih mulai dari toilet, tempat sholat, lingkungan masjid termasuk selasar dari debu, dari macam-macam," ujarnya.

Dia menjelaskan, persiapan ini sejatinya telah digulirkan secara bertahap sejak sebulan sebelum Idulfitri. 

Berbagai perbaikan dilakukan pada masjid berkapasitas 40.000 orang ini, mulai dari pembaruan tempat penitipan alas kaki dengan kapasitas lebih besar, hingga perbaikan toilet dan tempat wudu.

Bahkan, fasilitas penunjang seperti lift dan eskalator yang sebelumnya sempat tidak berfungsi kini mulai dioperasikan kembali, meski satu unit masih dalam proses menunggu suku cadang.

Bagi Irianto, aspek pelayanan fisik ini menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

"Yang paling utama adalah ketertiban dan kebersihan," tegasnya singkat.

Sisi keamanan pun tak luput dari perhatian. Setidaknya 16 personel satpam disiagakan untuk berkeliling area masjid, dibantu oleh petugas Satpol PP yang berjaga di titik-titik strategis. 

Pengawasan juga diperketat melalui pemasangan kamera pengintai di berbagai sudut krusial guna memberikan rasa aman bagi jemaah dari potensi tindak kriminal.

"Jadi kalau ada yang punya niat-niat mencuri, alhamdulillah sekarang saya lengkapi dengan teman-teman, itu adalah CCTV. Jadi 24 jam termonitor oleh saya," pungkasnya.(*)

(Tribumkaltim.co / Raynaldi Paskalis)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.