Lautan Jemaah Padati Masjid Agung SAMS Tenggarong, Salat Id Idul Fitri 2026 Berlangsung Khusyuk
Doan Pardede March 21, 2026 02:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong pada pagi 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).

Sejak fajar, masyarakat dari berbagai penjuru berdatangan untuk menunaikan Salat Idul Fitri 2026, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan di hari kemenangan.

Gema takbir, tahlil, dan tahmid yang berkumandang sejak malam takbiran masih terasa menggetarkan suasana.

Langkah kaki jemaah yang datang bersama keluarga berpadu dengan lantunan takbir, menciptakan nuansa haru sekaligus penuh kebahagiaan di hari kemenangan.

Baca juga: Salat Id di Islamic Center, Gubernur Kaltim Ajak Warga Jaga Kerukunan, Selipkan Doa untuk Pemimpin

Masjid kebanggaan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara itu tampak penuh sesak. Jemaah bahkan meluber hingga halaman luar, duduk rapi di atas sajadah yang dibentangkan.

Anak-anak terlihat ceria di samping orang tua mereka, sementara para lansia tetap antusias mengikuti ibadah dengan penuh khidmat.

Hamparan sajadah tampak membentang luas, dipenuhi jemaah yang duduk rapi menanti pelaksanaan salat.

Kebersamaan lintas generasi terasa begitu hangat, memperlihatkan kuatnya tradisi Idul Fitri di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ketika salat dimulai, suasana berubah menjadi hening. Ribuan jemaah serentak mengikuti setiap gerakan imam dengan penuh kekhusyukan.

Semilir angin pagi menambah ketenangan, menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam setelah sebulan menjalani ibadah Ramadan.

Bupati Kukar Sampaikan Pesan Penting

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengingatkan bahwa gema takbir yang berkumandang merupakan tanda kemenangan setelah umat Muslim menempuh “madrasah” Ramadan.

“Di pagi yang fitri ini, kita kembali bersimpuh menunaikan Salat Idul Fitri sebagai momentum sakral untuk mensyukuri segala rahmat dan karunia Allah SWT,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses pembentukan diri yang harus terus berlanjut.

Menurutnya, nilai-nilai seperti kesabaran, kedisiplinan, dan empati yang telah dilatih selama Ramadan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pasca Ramadan, kita dituntut menjadi pribadi yang lebih bertakwa, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak, sikap, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Idul Fitri sebagai Momen Mempererat Persaudaraan

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat persaudaraan dan menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Semangat kebersamaan, kata dia, menjadi kunci dalam membangun daerah yang damai dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyinggung pentingnya menjaga persatuan serta bijak dalam menyikapi arus informasi di era digital.

“Mari kita jaga kondusivitas daerah dengan penuh kesadaran, serta mengedepankan sikap kritis dan tabayyun dalam menerima setiap informasi,” pesannya.

Selain itu, ia turut memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.

Berbagai program disebutkan sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Islam, mulai dari apresiasi bagi guru mengaji, dukungan bagi majelis taklim, hingga penguatan sarana ibadah.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan spiritual masyarakat.

Baca juga: Idul Fitri di IKN, Otorita Tekankan Pembangunan Spiritual Selain Infrastruktur

“Kami percaya, ketika nilai-nilai keagamaan menjadi ruh pembangunan, maka keberkahan akan senantiasa menyertai daerah kita,” katanya.

Di penghujung sambutan, Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.

Ia mengajak momentum Idul Fitri dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.

“Dengan kerendahan hati, kami memohon maaf lahir dan batin. Semoga hari kemenangan ini membawa keberkahan, kebahagiaan, dan kedamaian bagi kita semua,” tuturnya.

Setelah seluruh rangkaian selesai, suasana yang semula khusyuk berubah menjadi hangat. Jemaah saling bersalaman, berpelukan, dan bertukar ucapan selamat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.