TRIBUNSTYLE.COM - Pertemuan antara Denada dan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano akhirnya terwujud dalam suasana penuh haru di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2026).
Momen yang berlangsung bertepatan dengan acara buka puasa bersama itu menjadi titik penting bagi keduanya, setelah sekian lama menyimpan berbagai hal yang tak pernah terungkap selama 24 tahun.
Di balik pelukan hangat yang sempat terekam kamera, tersimpan percakapan mendalam yang selama ini hanya menjadi rahasia antara ibu dan anak tersebut.
Suasana emosional pun tak terhindarkan. Tangis keduanya pecah saat pertemuan berlangsung, menandai luapan perasaan yang selama ini terpendam.
Manajer Denada, Risna Ories turut menggambarkan suasana haru yang terjadi saat keduanya pertama kali bertemu.
Baca juga: Meski Ditipu, Jerry Aurum Tanggapi Pertemuan Denada dan Ressa, Doakan Mantan Istri Rukun Selalu
"Begitu masuk, Denada langsung meluk hingga menangis, Ressa juga langsung nangis. Alhamdulillah, akhirnya terealisasi," ujar Risna Ories dikutip dari YouTube Intens Investigasi.
Dalam percakapan dari hati ke hati tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa Ressa sebenarnya tidak benar-benar buta akan identitas ibu kandungnya.
Selama ini, publik mengira Ressa tidak mengetahui statusnya, namun di depan Denada, Ressa membuat pengakuan jujur.
Ressa mengaku sudah mengetahui bahwa Denada adalah ibunya sejak ia masih duduk di bangku SMP.
Namun, ia memilih untuk bungkam dan memendam rasa penasaran itu sendiri karena merasa takut untuk bertanya kepada pihak keluarga.
Mendengar hal itu, Denada pun tak kuasa menahan kesedihannya. Ia mengakui bahwa dirinya pun memendam beban yang sama.
Sejak Ressa masih remaja, Denada sebenarnya sudah berulang kali berniat menceritakan kebenaran yang selama ini ia tutup-tutupi.
Namun, ketakutan menghantuinya, ia khawatir kejujuran tersebut justru akan merusak kebahagiaan dan mental Ressa yang saat itu sedang bertumbuh.
"Di momen itu Ressa maupun Denada saling terbuka menceritakan perasaan mereka masing-masing yang terpendam selama ini," jelas Risna.
Obrolan tersebut juga menjadi ajang bagi keduanya untuk saling meminta maaf.
Denada kembali menegaskan posisinya bahwa ia tidak pernah memiliki niat untuk membuang Ressa.
SEgala keputusan pahit di masa lalu, termasuk menitipkan Ressa kepada paman dan bibinya sejak bayi, dilakukan demi masa depan Ressa agar tidak kehilangan figur ayah.
Denada menjelaskan dalam percakapan itu bahwa rencananya sejak awal adalah melahirkan dan membesarkan Ressa, namun keadaan menuntutnya untuk membuat pilihan sulit demi kebaikan sang putra.
"Semua pasti Allah sudah atur sebaik-baik mungkin, sampai pertemuan ini terjadi, pasti ada hikmah di balik ini semua," lanjut Risna.