Malioboro Lengang Saat Lebaran
GH News March 21, 2026 03:09 PM
Yogyakarta -

Malioboro, ikon pariwisata Yogyakarta, sepi pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Kondisi itu dinilai berbeda ketimbang tahun sebelumnya pada momen yang sama.

Cuaca cerah terasa cukup gerah saat detikTravel menyusuri kawasan Malioboro pada pagi hari Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 11.00. Meski salat Idulfitri telah dilaksanakan oleh seluruh warga, suasana di Malioboro masih relatif sepi.

Kondisi ini cukup berbeda dibandingkan hari-hari Lebaran pada umumnya, ketika Malioboro biasanya dipadati pengunjung. Area pedestrian yang biasanya ramai kini terlihat lengang. Nuansa tenang menyelimuti kawasan ini, sementara derap kuda delman masih terdengar di sepanjang jalan.

Cuaca yang cerah menjadi keuntungan bagi wisatawan yang ingin berfoto dengan baju tradisional. Semua titik seakan menjadi spot yang indah karena sedikitnya pejalan kaki.

Kios-kios pedagang pun sepi. Kantong parkir juga masih lega.

Malioboro sepi wisatawan pada Sabtu (2/3/2026).Malioboro sepi wisatawan pada Sabtu (2/3/2026). (Bonauli/detikcom)

Sugeng, seorang juru parkir, bercerita bahwa tahun ini Malioboro sepi. Entah itu kemarin, yang disebut sebagai lebaran pertama oleh Muhammadiyah, maupun hari ini yang juga menjadi hari raya pertama NU.

"Ini hanya 40 persennya dari tahun-tahun sebelumnya," kata Sugeng.

Malioboro sepi wisatawan pada Sabtu (2/3/2026).Malioboro sepi wisatawan pada Sabtu (2/3/2026). (Bonauli/detikcom)

Sebelum tengah hari saat Lebaran, dia mengaku, biasanya bisa menjaga ratusan motor, tapi hari ini tak sampai 15 motor yang berada di area pengawasannya.

"Dari ujung ke ujung ini, biasanya sudah penuh. Ini sepi banget, jalan juga sepi," kata dia.

Di tengah teriknya matahari, dia berharap, pengunjung makin ramai. "Nanti semoga ramai, sekitar jam 15.00. Kemarin sih begitu," katanya penuh harap.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Joko Lelono, seorang anggotanya Linmas yang sedang bertugas. Sebagai ketua RW 4 Pecinan Ketandan, ia mengakui hanya sedikit kendaraan luar kota yang melintas.

"Nanti ramai habis ba'da Ashar," kata dia.

Pasar Beringharjo juga terlihat sepi. Joko mengatakan bahwa tempat belanja ramai di hari sebelum lebaran. Kebanyakan warga dan wisatawan membeli pakaian di sana.

"Ramainya seminggu sebelum lebaran," kata dia.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.