Kisah 12 Warga Binaan Rutan Balikpapan, Khatam Al-Qur’an 15 Kali Selama Ramadan
Amelia Mutia Rachmah March 21, 2026 03:15 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 12 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Balikpapan berhasil mengkhatamkan Al Quran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Sebagai bentuk apresiasi, pihak rutan memberikan sertifikat kepada para warga binaan yang mengikuti program pembinaan keagamaan tersebut, Sabtu (21/3/2026).

Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, mengatakan kegiatan khataman Al Quran merupakan bagian dari pembinaan rohani bagi warga binaan.

“Kami memberikan sertifikat kepada warga binaan yang telah khatam Al Quran sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan mereka dalam mengikuti pembinaan selama Ramadan,” ujarnya.

Program tadarus Al Quran dilaksanakan secara intensif selama satu bulan penuh, melibatkan warga binaan yang ditempatkan di kamar santri.

Baca juga: 450 Warga Binaan Rutan Balikpapan Dapat Remisi Lebaran, 7 Orang Langsung Bebas

Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan spiritualitas warga binaan.

Perubahan dari Dalam Diri

Salah satu peserta khataman, Dimas, mengaku mendapatkan banyak manfaat selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia merupakan warga binaan kasus tindak pidana korupsi dengan vonis enam tahun penjara.

“Alhamdulillah dari pihak rutan mengarahkan saya ke kamar santri 18C, di mana kegiatannya salah satunya tadarus Al Quran selama satu bulan penuh,” ujarnya.

Dimas mengatakan, selama mengikuti program tersebut, dirinya dapat memperdalam pemahaman membaca Al Quran, mulai dari tajwid hingga kelancaran membaca.

“Alhamdulillah saya bisa memperdalam ilmu Al Quran, belajar tajwid dan cara membaca yang benar,” katanya.

Baca juga: Baru Selesai Salat Idul Fitri 2026, Aksi Petugas Kebersihan Ini Bikin Warga Nunukan Terharu

Bahkan, bersama rekan-rekannya, ia mampu mengkhatamkan Al Quran berkali-kali selama Ramadan.

“Alhamdulillah sudah khatam 30 juz. Bahkan sekitar 15 kali, jadi setiap dua hari sekali kami khatam bersama teman-teman, ada sekitar 12 sampai 15 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al Quran, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa hukuman.

Pembinaan berbasis keagamaan ini dinilai mampu membantu warga binaan dalam merefleksikan diri, memperbaiki sikap, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.

Pihak rutan berharap program pembinaan keagamaan ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif bagi warga binaan, khususnya dalam membentuk pribadi yang lebih baik ke depannya.

Selain itu, program seperti ini juga menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan modern yang menekankan pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.