Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran penyeberangan menghadapi arus balik Lebaran, Sabtu (21/3/2026).
Berdasarkan pantauan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, belum ada tanda pergerakan arus balik baik dari sisi penumpang pejalan kaki, maupun penumpang dalam kendaraan.
Meski demikian, aktivitas penyeberangan kapal masih tetap berlangsung yang melayani sejumlah penumpang pejalan kaki, minibus, dan kendaraan jenis lain seperti truk dan bus.
Terlihat beberapa masyarakat pun masih melakukan perjalanan mudik saat hari H Idul Fitri karena kondisi tertentu seperti jarak yang dekat, keadaan mendesak, atau telah merayakan hari raya pada Jumat (20/1/2026).
Guna mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026, ASDP menerapkan salah satu langkah krusial yang diambil yakni penerapan kebijakan Single Tariff atau tarif tunggal untuk layanan penyeberangan.
Baca juga: Mahasiswa ITERA Lampung Mudik H-1 Lebaran, Pilih Transportasi Umum Demi Hindari Macet
General Manager ASDP Bakauheni, Partogi Tamba menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei kesiapan fasilitas dan kelengkapan bersama jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres, Dandim, Wakil Bupati, serta pihak KSOP.
Fokus utama pemantauan kali ini diarahkan pada kesiapan fasilitas bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda dua.
"Kami mengoperasikan tujuh dermaga di Bakauheni. Salah satu skema yang kami ambil untuk mengurai kemacetan adalah menerapkan Single Tariff yang akan berlaku mulai tanggal 23 hingga 29 April," ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Melalui kebijakan ini, tidak ada lagi perbedaan harga antara tarif eksekutif dan reguler.
Seluruh tarif akan disesuaikan menjadi harga reguler, namun dengan catatan layanan eksekutif tetap diberikan secara maksimal seperti biasa.
Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, di mana terjadi penumpukan kendaraan di dermaga eksekutif karena menjadi pilihan dominan para pemudik.
"Harapannya, dengan Single Tariff ini, konsentrasi pemudik dapat terpecah sehingga distribusi kendaraan ke setiap dermaga bisa lebih merata dan normal. Dengan begitu, pengangkutan di masing-masing armada bisa lebih maksimal,"
"Hingga saat ini, seluruh fasilitas dan personel di Pelabuhan Bakauheni dinyatakan telah siap sepenuhnya (ready) untuk melayani masyarakat. Pihak ASDP berharap arus balik tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali," tutupnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)