SURYA.co.id - Amerika Serikat dikabarkan mengerahkan ribuan Marinir tambahan ke Timur Tengah, dan memicu spekulasi operasi darat terhadap Iran.
Perjalanan dari Pasifik diperkirakan memakan waktu dua minggu sebelum tiba di Timur Tengah. Tugas spesifik pasukan belum dijelaskan kepada publik.
Jika bergabung dengan MEU ke-31 yang sudah diperintahkan bergerak sebelumnya, total kekuatan tambahan AS mencapai hampir 9.000 personel.
MEU memiliki elemen pasukan darat, logistik, dan unit penerbangan tempur, sehingga memungkinkan operasi darat di sepanjang garis pantai Iran.
Eskalasi militer AS ini diduga dipicu serangan balasan Iran terhadap infrastruktur energi di Qatar.
Teheran menyerang terminal LNG Ras Laffan, fasilitas ekspor gas alam cair terbesar di dunia.
Baca juga: Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Setelah Buat Iran Porak Poranda
Serangan ini merusak kapasitas ekspor LNG Qatar hingga 17 persen dan memicu lonjakan harga minyak mentah global mencapai 119 dolar AS per barel.
QatarEnergy memperkirakan perbaikan fasilitas bisa memakan waktu hingga lima tahun dengan kerugian pendapatan mencapai 20 miliar dolar AS per tahun.
Jika konflik darat benar-benar terjadi, dampaknya diprediksi mendorong ekonomi global ke jurang resesi.
Di Amerika Serikat sendiri, harga bahan bakar melonjak hampir 1 dolar dalam sebulan terakhir, mengancam biaya logistik makanan dan kebutuhan pokok.
Meski pengerahan pasukan terus dilakukan, Trump memberi sinyal bahwa perang bisa diakhiri lebih cepat.
Ia menegaskan target utama operasi militer AS hampir tercapai, termasuk melumpuhkan rudal Iran, menghancurkan kekuatan militer, mencegah kemampuan nuklir, dan melindungi sekutu di Timur Tengah.
Trump menyatakan jika ancaman Iran sudah hilang, maka operasi besar tidak diperlukan lagi. “Kami sudah sangat dekat untuk memenuhi target kami saat kami mempertimbangkan untuk menyudahi upaya militer besar kami di Timur Tengah terkait Iran,” tulisnya di Truth Social.
Pernyataan ini membuka kemungkinan AS menarik diri lebih cepat dari konflik, meski situasi di lapangan masih memanas.