Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026, Kepolisian Resort (Polres) Jayapura menyiapkan 210 personel untuk pengamanan di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Jayapura, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Baca juga: Ribuan Umat Muslim di Kota Jayapura Gelar Salat Idulfitri di Halaman Kantor Gubernur Papua
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V D P Helan, mengatakan, ratusan personel tersebut disiagakan dan akan disebar di lokasi-lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
“Sebanyak 210 personel kami siapkan untuk melaksanakan pengamanan Salat Idulfitri Sabtu (21/3/2026) pagi,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, para personel kepolisian itu ditempatkan di masjid-masjid prioritas serta titik-titik strategis guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah.
Ia menambahkan, selain pengamanan di area masjid, personel juga akan melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan parkir kendaraan jamaah, serta patroli di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah.
Baca juga: Momen Pererat Persaudaraan, Inilah Pesan Wakil Bupati Nabire saat Perayaan Idulfitri 2026
Dengan kesiapan personel tersebut, diharapkan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di wilayah Kabupaten Jayapura dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan lancar.
Ribuan umat muslim di Kota Jayapura memadati halaman Kantor Gubernur Papua di Jalan Soa Siu Dok II Kotw Jayapura Provinsi Papua untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H dengan penuh khidmat dan tertib
Imam Masjid al-Amin Angkasa, H Muh Abdul Mukti, dalam khutbahnya menekankan pentingnya istiqamah dalam menjaga ibadah dan kebaikan setelah Ramadan.
Baca juga: Sembilan Distrik di Mimika Berawan Sambut Persiapan Idulfitri Jumat Ini
Menurutnya, keberhasilan Ramadan bukan hanya diukur dari ibadah selama bulan suci, tetapi dari konsistensi umat dalam menjaga salat, membaca Alquran, serta menjauhi perbuatan buruk di hari-hari berikutnya.
Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, turut hadir bersama masyarakat dan menyampaikan pesan toleransi serta kebersamaan.
Ia mengajak umat Muslim di Papua untuk menjaga kedamaian, tidak berlebihan dalam merayakan Idul Fitri, serta tetap bersyukur atas nikmat Allah.
Baca juga: Hasil Sidang Isbat Kemenag: Idulfitri 2026 Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
"Saya juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana di musim hujan, seperti banjir dan longsor, serta menjaga keselamatan di laut akibat ombak tinggi," jelasnya saat diwawancarai Tribun Papua.com.
Pemerintah, katanya, telah menyiapkan tim siaga dan memastikan rumah sakit siap melayani masyarakat selama libur lebaran.
Sementara itu, Ketua PHBI Papua, Drs Alwitian Lean, menyampaikan rasa syukur karena meski Jayapura diguyur hujan deras pada malam sebelumnya, pelaksanaan Shalat Id tetap berjalan aman dan lancar.
Baca juga: MUI Mimika Imbau Umat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 1447 Hijriah
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang selalu memberikan izin penggunaan halaman kantor gubernur sebagai lokasi shalat, serta kehadiran gubernur yang ikut bersama masyarakat.
Lean juga menyoroti adanya dua kali pelaksanaan Salat Idulfitri di Jayapura—oleh Muhammadiyah sehari sebelumnya dan oleh PHBI sesuai ketetapan pemerintah yang semuanya berlangsung tertib dan damai, mencerminkan toleransi internal umat Islam.
Acara ini dihadiri hampir seribuan jamaah, menjadi bukti kuatnya semangat persatuan dan kebersamaan di Papua.
Baca juga: Link Live Streaming Sidang Isbat Idulfitri 2026 yang Digelar Kemenag Hari Ini
Idul Fitri bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga simbol solidaritas sosial, toleransi, dan kesiapsiagaan menghadapi tantangan kehidupan.
Kehadiran gubernur bersama masyarakat serta pesan-pesan yang disampaikan para tokoh agama dan organisasi Islam menegaskan bahwa Idul Fitri di Papua tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga wadah memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman. (*)