TRIBUNJABAR.ID - Feeder Metro Jabar Trans (MJT) di Kota Bandung akan mulai berbayar mulai Rabu, 1 April 2026.
Feeder MJT merupakan angkot yang operasionalnya berada di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar).
Sejak beroperasi pertama kali pada 1 Oktober 2025, feeder MJT menggratiskan tarif bagi penumpangnya.
Saat ini, sudah ada dua rute feeder MJT yang beroperasi, yakni FD1 Simpang Soekarno Hatta Kiara Condong-Pasar Baru ABC dan FD2 Cicadas-Elang.
Dilansir dari Instagram Dishub Jabar, layanan feeder MJT ini akan memberlakukan tarif normal seperti layanan MJT lainnya.
Adapun tarif feeder MJT mulai 1 April 2026 adalah Rp4.900 untuk tarif umum dan Rp2.000 untuk tarif khusus.
Bagi penumpang yang melakukan transit, tarif akan masuk ke dalam tarif integrasi selama 120 menit.
Sementara, tarif khusus bisa didapatkan oleh pelajar/mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas yang Kartu Uang Elektronik-nya sudah terdaftar aktif.
Baca juga: Warga Bandung Catat! Ini Rute Baru Feeder MJT Beroperasi Mulai Hari Ini, Jurusan Cicadas-Elang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus bersiap menyambut sistem transportasi terpadu Bus Rapid Transit (BRT).
Di mana untuk saat ini terdapat 22 unit angkutan kota (angkot) bakal difungsikan sebagai kendaraan feeder untuk akomodasi, khususnya di jalur Soreang-Ciwidey.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Isnuri Winarko mengatakan 22 unit angkot tersebut akan mulai beroperasi setelah melalui tahap uji coba.
"Angkutan feeder bagian dari kewenangan Pemerintah Provinsi. Kami sebatas memfasilitasi dan mendampingi. Saat ini, masih dalam tahap persiapan," ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (12/11/2025).
"Sebagaimana arahan Dishub Kabupaten Bandung, kami terus menyiapkan urusan administrasi dan teknis di lapangan," katanya.
Sementara itu ditempat berbedsya, Kepala Dishub Kabupaten Bandung Hilman Kadar menambahkan, sistem pembayaran pada angkutan feeder tersebut akan menggunakan metode digital melalui QRIS.
"Nanti di feeder-nya itu akan terpasang alat sehingga masyarakat bayar cukup melalui QRIS atau E-Money," ucapnya.
Selain soal sistem pembayaran, Hilman menyebut angkot feeder Soreang-Ciwidey ini akan tampil dengan desain khusus yang membedakannya dari angkot biasa.
"Dan nanti kendaraan feedernya itu dibrand khusus warnanya. Ada warna khusus, nah itu menandakan bahwa itu adalah feeder BRT," ucapnya.
Dirinya menuturkan, koridor Soreang-Leuwipanjang akan menjadi proyek percontohan untuk sistem feeder di wilayah lain yang dilalui jaringan BRT.
Oleh karena itu, Hilman berharap uji coba angkut feeder tersebut dapat disambut baik oleh masyarakat.
"Sehingga masyarakat bisa memilih angkutan publik yang aman, nyaman, selamat dengan biaya yang lebih murah," ujarnya.
Di sisi lain, saat ini Kabupaten Bandung berencana memiliki delapan koridor BRT yang dirancang melintasi Kabupaten Bandung.
Empat di antaranya sudah beroperasi, yakni Soreang-Leuwipanjang, BEC-Baleendah, BEC-Baleendah-Banjaran (extension), dan Majalaya-Leuwipanjang.
Baca juga: Feeder MJT Resmi Beroperasi, Naik Angkot di Bandung Kini Cukup QRIS TAP
Sedangkan empat koridor lain tengah disiapkan, termasuk rute Stasiun KCIC-Kota Bandung serta Majalaya-Stasiun KCIC.
(Tribunjabar.id/Rheina, Adi Ramadhan Pratama)