Sehari Bisa Raup Cuan Hingga Rp100 Ribu, Alasan Penyapu Koin di Pantura Subang Tetap Beraksi
Kemal Setia Permana March 21, 2026 06:11 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Para penyapu koin di Pantura Subang ternyata masih tetap tak berhenti meski ditertibkan aparat kepolisian dan diberi kompensasi oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Sehari setelah penertiban yang dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Rabu (18/3/2026), sejumlah warga kembali terlihat turun ke badan jalan untuk mengais koin dari para pemudik.

Di tengah kondisi ramai pemudik, praktik menyapu koin tetap terjadi. Aktivitas ini dinilai berbahaya karena dilakukan di badan jalan dan berpotensi memicu kecelakaan serta mengganggu kelancaran arus mudik.

Sutinah (55), salah satu penyapu koin, mengaku ikut kembali ke jalan karena melihat warga lain tetap melakukan hal serupa. 

Dalam sehari, penghasilannya tidak menentu, berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp100 ribu jika sedang ramai.

Baca juga: Disparbud Jabar Targetkan 22 Juta Kunjungan Wisatawan Saat Libur Lebaran

"Kalau lagi banyak yang ngasih bisa sampai Rp100 ribu, tapi engga tentu. Kadang juga sedikit," katanya.

Sutinah bisa mengumpulkan sekitar Rp500 ribu jika memungut koin di tengah mudik dan balik Lebaran.

Sementara di luar momen tersebut, ia bekerja serabutan di sawah dengan upah sekitar Rp65 ribu per setengah hari.

Hal senada disampaikan Warto (47), warga setempat yang juga terlibat dalam aktivitas tersebut. Ia menilai kebiasaan pemudik melempar koin menjadi pemicu utama praktik ini terus berlangsung.

"Kalau orang mudik engga ngasih uang, ya enggak bakal ada yang nyapu. Orang nyapu karena lihat duit," ujarnya.

Sebelumnya, KDM menjanjikan kompensasi sebesar Rp50 ribu per hari selama 12 hari atau total Rp600 ribu bagi warga yang menghentikan aktivitas tersebut hingga 28 Maret 2026 mendatang.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.