Baru 1 Bulan Diperbaiki, Jalan Nasional Rusak Padahal Anggaran Proyek Rp 18,39 M, Kini Dievaluasi
Septrina Ayu Simanjorang March 21, 2026 08:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Baru 1 bulan diperbaiki, jalan nasional rusak padahal anggaran proyek Rp 18,39 miliar.

Kini perbaikan jalan tersebut pun dievaluasi.

Jalan tersebut merupakan Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada di Kabupaten Nagekeo.

Baca juga: PETASAN Raksasa Ditemukan, Lalu Dimusnahkan Polisi, Warga: Ukurannya Sudah Mirip Rudal

Tak hanya satu, ada beberapa titik kerusakan. 

Hal ini pun membuat kekhawatiran bagi masyarakat yang melewati jalan tersebut setiap hari.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan, laporan kerusakan ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan warga sudah diatasi.

Baca juga: FENOMENA Penduduk Jakarta Bertambah Usai Lebaran, Anggota DPRD Ingatkan Pendatang Harus Punya Skill

Kerusakan terjadi di sejumlah titik pada segmen Mauponggo–Puuwada 1 sepanjang dua kilometer.

Retakan kecil serta penurunan kualitas permukaan jalan sempat memicu kekhawatiran masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut -mulai dari petani, pelajar, hingga pedagang kecil.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah IV NTT, Wilhelmus Sugu Djawa menjelaskan, kerusakan terjadi saat proyek masih dalam tahap pelaksanaan, atau sebelum proses serah terima pertama (Provisional Hand Over/PHO).

JALAN NASIONAL RUSAK - Ruas Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, kembali mulus usai ditangani BPJN NTT. Jalan ini sempat mengalami kerusakan dan dikeluhkan warga.

“Saat ini sudah kami tangani dan kondisinya kembali baik,” ujar Wilhelmus, Sabtu (21/3/2026), melansir dari Kompas.com.

Ia menyebutkan, proyek peningkatan jalan tersebut merupakan bagian dari dua paket pekerjaan dalam Program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Nagekeo, dengan total nilai kontrak mencapai Rp 18,39 miliar.


Paket pertama adalah preservasi Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada 1 sepanjang dua kilometer yang dikerjakan oleh CV Ratu Orzora dengan nilai Rp 9,11 miliar.

Baca juga: IRAN Ancam Serang Daerah Wisata Dunia Untuk Temukan Pejabat AS-Israel: Waktunya Tak Lama Lagi

Sementara paket kedua, dengan panjang yang sama, dikerjakan oleh CV Anugerah Cipta Jaya dengan nilai Rp 9,28 miliar.

Kedua paket tersebut berada di bawah pengawasan konsultan supervisi PT Maha Charisma Adiguna.

Untuk paket pertama, kontrak dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dimulai pada 26 November 2025. Pekerjaan dinyatakan selesai dan dilakukan PHO pada 11 Maret 2026, dengan masa pemeliharaan selama satu tahun hingga 11 Maret 2027.

Selama masa pelaksanaan, ditemukan kerusakan pada beberapa titik, yang menurut Wilhelmus terjadi akibat cuaca ekstrem sejak akhir 2025.

Atas temuan tersebut, penyedia jasa CV Ratu Orzora telah melakukan perbaikan sebagai bagian dari pemenuhan standar mutu sebelum PHO dilaksanakan. Kini, kata dia, ruas jalan tersebut telah kembali mulus dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Dievaluasi

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Richard Manukoa menegaskan, setiap temuan kerusakan menjadi bagian dari evaluasi yang wajib segera ditindaklanjuti.

“Sudah ditangani dan sekarang kondisinya baik dan mulus,” kata Richard.

Richard menambahkan, perbaikan dilakukan oleh kontraktor sebagai bentuk tanggung jawab, mengingat proyek masih berada dalam masa pelaksanaan.

Tanggung jawab tersebut tidak berhenti pada penyelesaian administratif, tetapi juga mencakup fase pascapekerjaan untuk memastikan kualitas jalan tetap terjaga.

Richard juga mengungkapkan, sejak awal proyek berjalan, pihaknya telah melibatkan Kejaksaan Tinggi NTT dalam pengawasan.

Selain itu, audit akan dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT setelah Lebaran.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tidak ada niat untuk mengambil keuntungan pribadi dari proyek ini,” ujar Richard.

Baca juga: Diduga karena Arus Pendek, Satu Unit Rumah Semi Permanen di Perumahan SDN 173551 Laguboti Terbakar


Richard berharap masyarakat dapat kembali memanfaatkan jalan tersebut dengan aman dan nyaman, sehingga distribusi hasil pertanian dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Sebelumnya, warga Desa Ngera dan Lewa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, sempat mengeluhkan kondisi jalan yang baru selesai dibangun pada akhir 2025 namun sudah mengalami kerusakan.

Jalan nasional sepanjang sekitar empat kilometer itu merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Mauponggo dan Keo Tengah, serta melayani lima desa dengan jumlah penduduk sekitar 7.000 jiwa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.