Status WNI Bek Timnas Indonesia Dean James Dipermasalahkah, NAC Breda Laporkan ke KNVB
Drajat Sugiri March 21, 2026 08:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Polemik panas melanda Eredivisie setelah kekalahan telak NAC Breda 0-6 dari Go Ahead Eagles pada pekan ke-27 Liga Belanda 2025/2026, Minggu (15/3/2026) di De Adelaarshorst. 

Klub juru kunci zona degradasi itu langsung mengajukan keberatan resmi ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), meminta pertandingan dinyatakan tidak sah dan berpotensi dijadwalkan ulang. 

Sorotan utama tertuju pada status kewarganegaraan fullback Go Ahead Eagles sekaligus pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James.

NAC Breda menduga Dean James tidak memenuhi syarat bermain karena perubahan statusnya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025. 

Proses naturalisasi itu memungkinkannya membela Timnas Indonesia, tetapi menimbulkan masalah hukum di Belanda terkait kewarganegaraan dan izin kerja.

BERSELEBRASI - Bek Timnas Indonesia, Dean James (Tiga dari kanan) melakukan selebrasi bersama rekan satu tim Go Ahead Eagles, setelah mencetak assist dalam pertandingan matchday kedua Liga Eropa melawan Panhatinaikos, Kamis (2/10/2025) malam WIB.
BERSELEBRASI - Bek Timnas Indonesia, Dean James (Tiga dari kanan) melakukan selebrasi bersama rekan satu tim Go Ahead Eagles, setelah mencetak assist dalam pertandingan matchday kedua Liga Eropa melawan Panhatinaikos, Kamis (2/10/2025) malam WIB. (Instagram @gaeagles)

"Saya pikir NAC benar bahwa James tidak memenuhi syarat untuk bermain," ujar pengacara olahraga, Dolf Segaar, dinukil dari media Belanda, NOS.

Menurut penjelasan NOS, hukum Belanda menyatakan bahwa seseorang yang memperoleh kewarganegaraan baru bisa kehilangan status warga negara Belanda. 

Hal ini menjadi poin krusial karena pemain non-Uni Eropa memerlukan izin kerja khusus serta standar gaji minimum yang tinggi.

"Ini adalah kesalahpahaman besar. Anda mungkin masih memiliki paspor Belanda, tetapi Anda bukan lagi warga negara Belanda. Dan jika Anda bukan lagi warga negara Belanda, maka Anda juga tidak lagi memiliki izin kerja," ucap pengacara spesialisasi hukum migrasi tenaga kerja Eropa, Pieter Krop.

Dengan status non-Uni Eropa, Go Ahead Eagles seharusnya mengurus izin kerja dan memenuhi ambang gaji minimum bagi pemain asing, yang dilaporkan mencapai lebih dari 600 ribu euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun.

"Jika Go Ahead Eagles tidak mengajukan izin kerja untuknya, maka dia tidak memenuhi syarat untuk bermain. Sekarang dia pemain non-Uni Eropa, yang berarti perlu izin kerja. Selain itu, ia harus menerima gaji yang lebih tinggi sesuai standar," tutur Dolf Segaar.

Baca juga: Jadwal FIFA Series 2026: Kans Timnas Indonesia Dekati Ranking FIFA Vietnam Jika Juara

Bagaimana Nasib Pemain Diaspora Lainnya?

DEBUT - Kiper, Timnas Indonesia, Maarten Paes menjalani debut dengan Ajax Amsterdam di Amsterdam ArenA pada Minggu (22/2/2026). Ia kebobolan satu gol saat melawan NEC Nijmegen.
DEBUT - Kiper, Timnas Indonesia, Maarten Paes menjalani debut dengan Ajax Amsterdam di Amsterdam ArenA pada Minggu (22/2/2026). Ia kebobolan satu gol saat melawan NEC Nijmegen. (Instagram Ajax Amsterdam)

Polemik ini berpotensi meluas ke pemain naturalisasi Indonesia lainnya di Eredivisie. 

Pemain yang mendekati federasi negara lain sering tidak menyadari implikasi hukumnya.

"Pemain yang didekati oleh federasi sepak bola negara lain sering kali tidak menyadari hal ini," ucap Pieter Krop.

"Jika mereka tidak menikah dengan seseorang dari kewarganegaraan tersebut, atau tidak memiliki kewarganegaraan ganda melalui salah satu orang tua, maka mereka akan kehilangan kewarganegaraan Belanda," imbuhnya.

Namun, tidak semua pemain terdampak. Maarten Paes (Ajax) dan Justin Hubner (Fortuna Sittard) disebut aman karena klub mereka telah mengantisipasi administrasi sejak awal.

"Kami terus memantau situasinya, tetapi kami berasumsi dia bisa bermain," ungkap juru bicara Fortuna Sittard.

Tercatat Berkebangsaan Indonesia

ABROAD DEAN JAMES - Pemain Timnas Indonesia, Dean James, mencatatkan penampilan untuk Go Ahead Eagles kontra FC Volendam dalam pertandingan pekan ke-5 Eredivisie 2025/2026 di De Adelaarshorst, 13 September 2025. (Instagram Eagles - 21/9/2025) (Instagram.com/gaeagles)

Di situs resmi Eredivisie, Dean James, Maarten Paes, dan Justin Hubner tercantum berkebangsaan Indonesia. 

Sementara itu, pemain keturunan Indonesia lainnya seperti Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens, dan Miliano Jonathans juga berkarier di Belanda.

KNVB telah merespons laporan NAC Breda dengan serius.

"Manajemen kompetisi sepak bola profesional telah menerima permintaan dari NAC Breda untuk menyatakan pertandingan melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026 tidak sah dan kemungkinan diulang, menyusul adanya pertanyaan terkait kelayakan bermain seorang pemain Go Ahead Eagles," papar KNVB.

"Kasus ini tentu akan dipelajari dengan cermat. Ini merupakan persoalan yang kompleks dengan berbagai dimensi, sehingga memerlukan waktu," tuturnya.

Kasus Dean James menjadi peringatan bagi klub-klub Eredivisie yang memiliki pemain naturalisasi. 

Jika terbukti ada pelanggaran, hasil laga bisa berubah drastis dan berimbas pada klasemen liga. 

Situasi ini juga menyoroti perbedaan regulasi kewarganegaraan antara Indonesia (prinsip tunggal) dan Belanda, yang bisa memengaruhi karier pemain di masa depan.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.