Di Tengah Sedikitnya Penumpang, Kisah Supriadi Pilih Bertahan Jadi Sopir Sungailiat-Parittiga PP
Rusaidah March 22, 2026 12:03 AM

 

BANGKAPOS.COM – Di tengah kondisi sedikitnya penumpang yang menaiki transportasi umum Supriadi tetap bertahan menjadi sopir mobil Elf.

Supriadi membawa penumpang dengan rute Sungailiat-Parittiga atau sebaliknya.

Saat Bangkapos.com mendatangi Terminal Sungailiat yang menjadi tempat mangkal para sopir transportasi umum tampak sosok Supriadi.

Satu per satu penumpang mulai mendatangi Terminal Sungailiat, Kabupaten Bangka siang itu, Rabu (18/3/2026). 

Baca juga: Harga Emas Anjlok 9,5 Persen, Berikut Daftar Jual Antam Hari Ini 21 Maret 2026, Cek Rinciannya

Mereka datang sambil menenteng barang bawaan dan tas-tas yang penuh terisi.

Adapula yang datang hanya sekadar menitipkan barang atau paket ke sopir angkutan umum untuk dikirimkan ke tempat tujuan.

Sementara itu, para sopir tampak sibuk menyusun barang bawaan penumpang dan barang kirim di bagian bagasi mobil.

Petugas pengelola Terminal Sungailiat dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka juga terlihat sibuk memegang pulpen dan secarik kertas untuk mencatat identitas penumpang.

SOPIR TERMINAL SUNGAILIAT - Supriadi, salah satu sopir transportasi umum jenis mobil elf tujuan Sungailiat-Parittiga saat ngetem di Terminal Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (18/3/2026).
SOPIR TERMINAL SUNGAILIAT - Supriadi, salah satu sopir transportasi umum jenis mobil elf tujuan Sungailiat-Parittiga saat ngetem di Terminal Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (18/3/2026). (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Pemandangan ramainya aktivitas turun naik penumpang serta kedatangan dan keberangkatan angkutan umum di Terminal Sungailiat ini menjadi pemandangan yang langka dan hanya terjadi pada momen-momen tertentu.

Seperti di momentum mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini. 

Berangsur-angsur lonjakan jumlah penumpang mulai terasa bertambah ketimbang pada momen awal-awal puasa bahkan sebelumnya.

Baca juga: Profil Anwar BAB, Presenter Papan Atas yang Didesak MUI Kena Sanksi KPI, Ini Ulasan Pelanggarannya

Hal inipun diakui langsung oleh sopir angkutan umum. 

Seperti yang diungkapkan oleh Supriadi, supir mobil Elf yang membawa penumpang dengan rute Sungailiat-Parittiga atau sebaliknya.

Hari ini, dia membawa sebanyak 5-6 orang penumpang dari Parittiga-Sungailiat dan begitupula ketika membawa penumpang dari Sungailiat-Parittiga.

“Kalau untuk lebaran Idul Fitri ini, H-4 tadi baru mulai ada lonjakan penumpangnya,” kata Supriadi saat diwawancarai Bangkapos.com.

Sedangkan sebelum-sebelumnya, kadang mobilnya hanya diisi oleh 1-3 orang penumpang dan tatkala sering pula berangkat dalam keadaan kosong.

“Pernah juga kalau lagi ramai itu bawa 8-10 orang. Dan sejak H-4 ini lumayan lah arus penumpangnya,” jelasnya.

Lanjut dia, dibandingkan dengan hari-hari biasa, kondisi penumpang di momen arus mudik ini jauh lebih banyak.

“Kalau bukan momen lebaran dan kalau bukan momen liburan sekolah itu sepi, kadang kosong. Awal puasa tadi paling sering kosong, paling banyak hanya dua orang, satu orang,” sambungnya.

Alasan Sedikit Pakai Transportasi Umum

Sebagai sopir, menurut dia, semakin sedikitnya masyarakat yang menggunakan transportasi umum ini alasannya dikarenakan sebagai besar masyarakat Kabupaten Bangka sudah mempunyai kendaraan pribadi.

Lebih lanjut, diakuinya bahwa masa kejayaan transportasi umum ini terjadi justru ketika sebelum adanya pemekaran wilayah Kabupaten Bangka Barat.

“Waktu Kecamatan Parittiga Jebus masih menginduk ke Kabupaten Bangka, sekarang kan sudah masuk ke Kabupaten Bangka Barat. Waktu itu mereka (penumpang-red) banyak mau mengurus surat menyurat ke Sungailiat, itu ramai, bahkan pakai bis mobil besar,” ujarnya.

Baca juga: RESMI! Kemenhaj RI Buka 453 Formasi Mutasi PNS 2026, Cek Syarat, Tahapan, Jadwal Seleksi & Link PDF

Kendati harus terseok-seok di tengah kondisi semakin sedikitnya penumpang, Supriadi memilih tetap bertahan menjadi sopir transportasi umum. 

Pilihan itu diambil karena dirinya tidak punya kerjaan lain.

“Daripada kita mencuri kan, nanti malah merepotkan orang juga. Makanya kita nyopir, kita juga kan gaji bulanan di sini, selagi kata bos kita kerja, ya kerja. Alhamdulillah masih diberi kesempatan bekerja oleh bos,” ucapnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.