Pedagang Bunga di Tempat Pemakaman Dapat Rezeki Nomplok Jutaan Rupiah di Hari Raya Idulfitri
Sihat Manalu March 22, 2026 12:07 AM

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Aroma bunga segar menyambut setiap langkah pengunjung yang memasuki Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Kecamatan Sekupang, Batam, Sabtu (21/3/2026). 

Di balik suasana ziarah yang khidmat di momen Lebaran Idulfitri, terselip denyut kehidupan para pedagang bunga yang mengais rezeki di pintu gerbang pekuburan.

Sejak pagi, deretan penjual bunga telah berjajar rapi. Suara mereka saling bersahutan, menawarkan dagangan kepada setiap peziarah yang datang.

“Bunga, Pak, Buk! Satu bungkus Rp10 ribu, bisa dipilih, bunganya beragam!” kata seorang pedagang, memecah keheningan yang sesekali menyelimuti kawasan itu.

Baca juga: Deretan Papan Bunga THM Batam Warnai Sertijab Polda Kepri, Sambut Dirresnarkoba Baru

Momentum Lebaran memang tak pernah disia-siakan. Bagi Natanael Brahmana, pemilik lapak bunga “Tawan Floris”, hari raya menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan penjualan. Meski tak selalu menjanjikan keuntungan besar, ia tetap setia membuka lapak.

“Bunga tabur ada yang Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. Bunga hidup mulai Rp10 ribu sampai Rp25 ribu, buket Rp30 ribu. Paling laris tetap mawar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mawar segar dijual sekitar Rp 20 ribu per tangkai, sementara bunga lili Casablanca bisa mencapai Rp30 ribu per kuntum. Khusus bunga lili, stoknya tersedia pada momen tertentu seperti Lebaran.

“Modal bisa sampai Rp12 juta. Tapi ya, ini semua demi rezeki. Tidak harus besar, yang penting ada pemasukan,” tambahnya.

Baca juga: Tabur Bunga di Laut Natuna Warnai Peringatan Hari Dharma Samudera 2026 Prajurit Lanal Ranai

Natanael mengaku penjualan hari itu tembus belasan juta rupiah. Masih di lapak "Tawan Floris" saudara Natanael Ny. Sembiring bersama dua rekannya, turut membantu menjual dagangan bunga. Ia tampak sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan sejak pagi. Tangannya cekatan merangkai dan menyerahkan bunga, sementara suaranya tetap ramah menawarkan pilihan.

“Dipilih ya, Pak, Buk. Harganya mulai Rp10 ribu sampai Rp30 ribu. Bunganya langsung dari Berastagi, masih segar,” ucapnya.

Keunggulan bunga dagangan Ny. Sembiring memang terletak pada asalnya. Ia mendatangkan langsung bunga dari kawasan pegunungan Berastagi, Sumatera Utara daerah yang dikenal dengan udara sejuk dan bunga berkualitas.

“Ada bunga salju, ester, sama pipo. Ini semua tidak tumbuh di Batam,” katanya sambil menunjukkan satu per satu jenis bunga kepada pembeli.

Keramaian sudah terasa sejak pagi. Bahkan, antrean kendaraan menuju TPU sempat mengular hingga lampu merah Simpang Tobing. Kondisi ini membuat para pedagang kewalahan, namun sekaligus membawa berkah tersendiri.

“Dari pagi ramai sekali, sampai macet. Puji Tuhan, hari ini rezekinya lumayan,” ujar Ny. Sembiring.

Dalam sehari, ia memperkirakan bisa meraup keuntungan hingga sekitar jutaan rupiah, ini angka yang cukup berarti, terlebih di hari raya.

Di tengah terik matahari yang menyengat, semangat para pedagang tak surut. Mereka tetap bertahan, melayani setiap pembeli dengan harapan sederhana: membawa pulang rezeki untuk keluarga. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.