Renungan Harian Kristen 1 Samuel 23: 1-13, Susu Dibalas Tuba
Alpen Martinus March 22, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari sangat penting.

Sebanb Alkitab berisi banyak hal soal petunjuk keghidupan.

Berikut renungan harian Kristen berjudul susu dibalas tuba.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 14:39-40, Doa Berulang dan Kehendak Allah yang Mulia

Ditulis oleh RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd dalam moment of inspiration.

Firman Tuhan diambil dalam 1 Samuel 23: 1-13.

Kemudian bertanyalah Daud: "Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku dengan orang-orangku ke dalam tangan Saul?" Firman TUHAN: "Akan mereka serahkan." (I Samuel 23:12)

Air susu dibalas air tuba, adalah peribahasa hasil rangkuman empiris dari fenomena yang banyak terulang, sehingga akhirnya terkonsep dalam untaian kata.

Tentunya gejala ini bukan hanya bersifat lokal namun bisa dimanapun dan kapanpun di berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia.

Daud adalah pribadi yang baik serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Nasionalisme-nya tidak luntur meskipun dalam situasi pelarian.

Saat menghindari kejaran Saul dia berperang menyelamatkan kota Kehila yang diserbu bangsa Filistin.

Kehila sendiri adalah bagian dari suku Yehuda (Yosua 15: 44) jadi adalah suku dari keluarga besar Daud sendiri.

Dahulu kala di jaman Hakim-hakim, suku Yehuda juga menyerahkan Simson pahlawan Israel kepada bangsa Filistin.

Puluhan tahun selanjutnya orang Yehuda di Kehila menyerahkan Daud kepada raja Saul yang bengis dan psikopat.

Adalah tragis dan tidak tahu berterimakasih bahwa setelah dibebaskan dari serbuan Filistin (ay 1-5) mereka mengkhianati Daud, saudara satu suku dan baru saja menolong mereka, namun sedang menderita dan terlunta-lunta dikejar-kejar Saul.

Namun Alkitab mencatat bahwa orang baik dan benar itu dikhianati dan diperlakukan tidak layak.

Allah sendiri memberi konfirmasi bahwa Kehila pasti mengkhianati Daud (ay 12).

Apakah jaman sekarang tidak ada pengkhianat? Pasti ada, dan itu juga bisa muncul di sekitar kita.

Dunia kerja, lingkungan sosial, bahkan di lingkungan pelayanan gerejawi.

Waspadalah, bahkan di sekeliling kita siapapun mereka dan apapun profesinya.

Marilah kita meminta kepekaan dari Tuhan untuk mengenali kejahatan, kecurangan, dan ketidakadilan.

Jika Tuhan tidak berfirman langsung (audible) seperti jaman Daud bukan berarti Dia tidak menuntun kita.

Saat ini rekam jejak seseorang itu bisa tercatat di berbagai platform termasuk digital.

Kita harus peka terhadap kejahatan, kecurangan, dan amoralitas lainnya agar kehidupan berbangsa kita juga makin bermartabat.

Inspirasi: Di setiap masa ada pendusta dan pengkhianat, namun pembelaan, penghiburan, dan hikmat Tuhan tidak pernah berkurang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.