Getaran Ledakan di Semarang Terasa Hingga Radius 150 Meter, Bocah Tewas
Noval Andriansyah March 22, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Semarang - Malam di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang, awalnya berjalan seperti biasa. Sebagian warga sudah terlelap, sementara yang lain masih berbincang santai di teras rumah.

Namun sekitar pukul 01.10 WIB, ketenangan itu mendadak pecah oleh dentuman keras dari sebuah rumah di kampung tersebut.

Ledakan terjadi di sebuah rumah di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 01.10 WIB.

Ledakan tersebut mengakibatkan seorang bocah sekolah dasar bernama Gilang (9) meninggal, serta dua penghuni rumah lainnya mengalami luka ringan.

Suara dentuman keras membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Baca juga: Penyebab Ledakan Hebat di Semarang yang Tewaskan Bocah 9 Tahun, Masih Diselidiki

Sebagian warga bahkan mengira terjadi gempa kecil atau tabung gas meledak. Tak lama kemudian, lokasi dipenuhi warga yang mencoba melihat kondisi rumah yang hancur.

Dari pantauan di lokasi, bagian atap genteng dan langit-langit rumah ambrol.

Bahkan, kaca jendela rumah di seberangnya pecah akibat kuatnya tekanan ledakan.

Tangisan keluarga pecah di lokasi.

Suasana duka menyelimuti rumah tersebut, terutama saat korban diduga masih berada di dalam rumah sesaat setelah kejadian.

Getaran Terasa Hingga 150 Meter

Dikutip dari TribunJateng.com, Ketua RT 1 RW 9 kelurahan tersebut, Syarifuddin, mengungkapkan kuatnya ledakan bahkan terasa hingga jarak ratusan meter.

“Kalau suara ledakan dengar.

Padahal jaraknya sekitar 150 meter,” kata dia kepada Tribunjateng.com.

Ia mengingat bagaimana warga satu per satu keluar rumah setelah mendengar suara keras di tengah malam itu.

Dia menyebut kondisi rumah korban yang rusak parah menjadi bukti besarnya kekuatan ledakan.

“Melihat kondisi fisik rumahnya yang rusak seperti itu, berarti getarannya gede.

Dalamnya sudah jebol, plafonnya ambrol,” imbuh dia.

Korban Diduga Sedang Meracik Petasan

Di tengah duka yang menyelimuti kampung itu, warga mulai mengetahui siapa korban dari peristiwa tersebut.

Syarifuddin juga mengungkapkan, saat kejadian terdapat lima orang di dalam rumah, terdiri dari korban dan anggota keluarga lainnya.

Korban, Gilang (9), diduga sedang meracik bahan petasan saat peristiwa terjadi.

“Informasinya anak itu sedang ngracik mercon. Umurnya 9 tahun,” katanya.

Kabar tersebut membuat warga sekitar semakin terpukul, mengingat usia korban yang masih sangat muda.

Dia juga menduga kejadian terjadi tanpa pengawasan orang dewasa.

“Ya mungkin kurang pemantauan dari orang tuanya maupun keluarganya,” tambahnya.

Polisi Turun Tangan, Penyelidikan Berlanjut

Tak lama setelah kejadian, polisi dan petugas lain datang ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Kapolsek Gayamsari, Yuna Ahadiyah, membenarkan adanya ledakan tersebut.

Dia menyebut laporan awal diterima melalui layanan masyarakat aplikasi LIBAS sebelum petugas langsung menuju lokasi.

“Ledakannya termasuk besar dan ada korban meninggal dunia, makanya semua tim turun ke lapangan,” ujarnya di lokasi.

Saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.

Korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang M Syahduddi memastikan pihaknya akan mendalami asal-usul bahan peledak yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.