TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, tak terasa jika Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sudah di depan mata.
Salah satu ibadah yang dinantikan adalah Salat Idul Fitri, yang dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal.
Hukum salat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha adalah sunnah muakkadah dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah.
Perbedaan shalat Id engan salat lainnya adalah adanya khotbah setelah pelaksanaan salat dua rakaat, dan dalam salat Id ini tidak diperlukan adzan maupun iqamat. Demikian keterangan dari Jabir sesuai yang dilihatnya pada zaman Rasulullah saw.
Agar bisa mengingat kembali bagaimana Salat Idul Fitri tersebut, berikut ini dia tata cara Salat Idul Fitri lengkap dengan bacaan niatnya.
Baca juga: Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026: Air Mata Ramadan, Jangan Sampai Menjadi Kenangan
Baca juga: Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026: Kembali Suci, Mampukah Kita Menjaganya?
Tata Cara Salat Idul Fitri
Shalat Idul Fitri bisa dilaksanakan secara berjamaah ataupun sendiri sebanyak 2 rakaat dengan takbir sebanyak tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.
Berikut ini adalah tata cara salat Idul Fitri.
1. Membaca Niat Salat Idul Fitri
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Latin: Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini (imâman/ma'mûman) lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala"
Apabila menjadi imam, kamu melafalkan "imâman" dalam niat dan "ma'mûman" jika menjadi makmum.
2. Melakukan Takbiratul Ihram
3. Membaca Doa Iftitah
Baca juga: Ribuan Jemaah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Padati Alun-alun Dadaha Untuk Salat Idul Fitri
4. Takbir Sebanyak 7 kali (Rakaat Pertama)
Setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, selanjutnya melakukan takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela setiap takbir dianjurkan untuk membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa"
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang"
Atau bisa juga membaca tasbih berikut ini:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar wala haulawala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
5. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek
Setelah takbir sebanyak tujuh kali, rukun selanjutnya adalah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan bacaan surat pendek seperti salat fardhu dan sunah umumnya. Pada Salat Id rakaat pertama dianjurkan untuk membaca Surat Al-A'la.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Menguji Kualitas Iman Pasca Idul Fitri 1447 H
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Makna Sejati Idul Fitri 1447 H
6. Ruku' Hingga Berdiri Lagi
Rukun selanjutnya setelah selesai membaca surat pendek sama seperti pelaksanaan salat fardhu dan sunah lainnya.
Salat dilanjutkan dengan ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri untuk rakaat kedua. Untuk bacaannya pun sama seperti bacaan salat biasanya.
7. Takbir Lima Kali (Rakaat Kedua)
Pada rakaat kedua, melakukan takbir sebanyak lima kali. Bacaan yang dilafalkan di sela-sela takbir sama seperti pada rakaat pertama.
8. Mengulangi Rukun Seperti Rakaat Pertama
Setelah melakukan takbir sebanyak lima kali, rukun salat Id selanjutnya sama seperti pada rakaat pertama mulai dari membaca al-Fatihah, ruku', sujud, hingga salam. Pada rakaat kedua, disarankan untuk membaca Surat urat al-Ghâsyiyah.
Nah Tribuners, itu dia tata cara Salat Idul Fitri atau Salat Id 1447 Hijriah/2026. Semoga membantu. (*)