Iran Izinkan Kapal Jepang Melintas di Selat Hormuz, Siap Sediakan Jalur Aman
GH News March 22, 2026 02:13 AM
Jakarta -

Iran akan mengizinkan kapal-kapal Jepang untuk melintasi Selat Hormuz. Teheran saat ini tengah memberi sinyal melakukan blokade slektif terhadap jalur strategis tersebut.

"Kami belum menutup selat tersebut. Menurut kami, selat tersebut terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal-kapal milik musuh kami, negara-negara yang menyerang kami. Untuk negara lain, kapal dapat melewati selat tersebut," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada Kyodo News Jepang dilansir AFP, Minggu (22/3/2026).

Araghchi menuturkan Iran tengah berdiskusi dengan Jepang agar kapal-kapal mereka dapat melintas dengan aman. Dia menyampaikan Iran siap menyediakan jalur aman.

"Kami sedang berbicara dengan mereka untuk menemukan cara agar dapat melewati selat dengan aman. Kami siap menyediakan jalur aman bagi mereka. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menghubungi kami untuk membahas bagaimana rute ini nantinya," ujarnya.

Jepang mengimpor lebih dari 90 persen minyak mentahnya dari Timur Tengah dan sangat bergantung pada ekspor yang melintasi selat tersebut. Tetapi jalur air tersebut secara de facto telah ditutup sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan pada awal perang bahwa pasukannya akan membakar kapal apa pun yang mencoba melintasi jalur air tersebut, sehingga lalu lintas maritim hampir terhenti. Namun, selama sepekan terakhir, Iran telah melunakkan retorika tersebut dengan mengatakan bahwa selat itu hanya ditutup untuk musuh-musuh Teheran.

Jepang mungkin akan segera bergabung dengan kelompok kecil negara-negara terutama Tiongkok, India, dan Pakistan yang kapalnya telah diizinkan untuk melintasi jalur air tersebut dalam beberapa hari terakhir dengan persetujuan dari otoritas Iran.

Lloyd's List, sebuah layanan informasi pelayaran dan maritim, secara terpisah melaporkan bahwa 10 kapal telah melintasi selat tersebut dengan berlayar dekat garis pantai Iran sebuah rute yang muncul sebagai koridor aman untuk pelayaran. Terbaru, sebuah kapal pengangkut barang curah Yunani, melintas pada hari Jumat dengan melewati dekat pulau Larak di Iran, kata Lloyd's, sambil menyiarkan pesan 'Kargo Makanan untuk Iran'.

Meskipun kapal-kapal telah melintas berdasarkan kasus per kasus, Lloyd's List melaporkan bahwa IRGC sedang mengembangkan sistem pemeriksaan dan pendaftaran yang lebih terkoordinasi. Saat perang melawan Iran memasuki pekan ketiga, sejumlah negara di antaranya sekutu AS telah mulai melobi Teheran untuk membuka kembali selat atau mengizinkan kapal-kapal mereka untuk melintas dengan aman.

Jepang, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Inggris awal pekan ini mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz.

Irak, Malaysia, Tiongkok, India, dan Pakistan dilaporkan telah mengadakan pembicaraan langsung dengan Teheran untuk membahas masalah ini, menurut Lloyd's.

Pernyataan Araghchi kepada Kyodo menyusul panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi pada Selasa, di mana Tokyo menyatakan keprihatinan tentang banyaknya kapal Jepang yang saat ini terdampar di Teluk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.