Waspadai Kemacetan Mudik Lokal, Biasanya di Jalur Dalam Kota
rival al manaf March 22, 2026 08:55 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jika arus mudik nasional bisa diprediksi, mudik lokal di dalam kota justru lebih susah diprediksi.

Saat lebaran orang akan menyempatkan untuk bersilaturahmi hingga berwisata bersama kerabat.

Hal itu membuat lalulintas jalanan menjadi lebih ramai dari hari biasanya.

Kepadatan itu tampak di hari pertama lebaran atau Sabtu (21/3/2026).

Baca juga: Demi Hemat Ongkos Mudik, 12 Orang Nekat Berangkat Pakai 1 Mobil MPV Sampai Pintu Tak Bisa Ditutup

Baca juga: Jawaban Kemenhub, Soal Iring-iringan Truk Kontainer Dikawal TNI saat Arus Mudik

Jalan-jalan protokol di Kota Semarang yang biasanya tak begitu ramai mendadak dipenuhi kendaraan warga yang bergerak serempak menuju berbagai penjuru kota.

Deru suara mesin dan aktivitas tersebut membuat jalanan Kota Semarang lebih hidup.

Iring-iringan sepeda motor dan mobil pribadi mendominasi ruas jalan. Sebagian warga bahkan terlihat berjalan kaki, menyusuri trotoar sambil membawa bingkisan Lebaran. 

Tujuannya mereka sama, bersilaturahmi ke rumah sanak saudara usai melaksanakan Shalat Ied.

Pantauan Tribun Jateng di lapangan, meski volume kendaraan meningkat tajam, kondisi lalu lintas tetap lancar. 

Tidak terlihat kemacetan panjang, hanya kepadatan yang membuat laju kendaraan melambat di beberapa titik.

Petugas kepolisian dan dinas perhubungan tampak bersiaga di sejumlah persimpangan. 

Mereka mengatur arus kendaraan agar tetap bergerak dan mencegah penumpukan, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi akses antarwilayah di dalam kota.

Salah satu pengendara, Aziz Yoga (38), mengaku sudah memperkirakan kepadatan tersebut sejak awal. Ia bersama keluarganya menuju rumah kerabat di kawasan Semarang Barat.

“Setiap Lebaran pasti ramai seperti ini, tapi masih lancar. Yang penting sabar dan saling mengalah di jalan, istilah mudik lokal,” ujarnya kepada Tribun Jateng, Sabtu (21/3/2026).

Hal senada disampaikan Windu (47), warga lainnya yang memilih berkunjung ke keluarganya di wilayah Semarang Timur. Ia menilai kepadatan justru menjadi bagian dari suasana khas Lebaran.

“Ramai tapi tertib. Semua orang juga punya tujuan yang sama, jadi rasanya lebih hangat saja. Tidak ada yang saling emosi di jalan,” tuturnya. (Budi Susanto)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.