Dedi Mulyadi Tahan Tangis Minta Maaf, Singgung Warga yang Tak Mampu Beli Kain Kafan dan Beli Beras
Seli Andina Miranti March 22, 2026 12:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergetar menahan tangis dan meminta maaf di hadapan ribuan warga Jabar.
 
Dedi Mulyadi mengaku belum mampu memenuhi seluruh harapan masyarakat Jabar di satu tahun kepemimpinannya.

Suasana haru tersebut terjadi saat Dedi mulyadi berpidato di hadapan warga usai salat Idulfitri di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026).

Dedi Mulyadi mengungkap hambatan terbesarnya untuk memastikan kesejahteraan merata, terutama untuk masayrakat di pedesaan. Hambatan tersebut adalah alokasi keuangan yang terbatas.

Baca juga: Teguran Keras Dedi Mulyadi ke Pramusaji saat Bagi-bagi Santunan di Gedung Pakuan

Dia pun menyinggung masalah di Jabar yang belum terselesaikan, dari jalan rusak, irigasi yang belum memadai, hingga belum optimalnya layanan kesehatan dan pendidikan.

"Saya sampaikan permohonan paaf pada seluruh warga Jabar apabila ada yang meninggal tak mampu membeli kain kafan, apabila ada anak yang sekolah tak mampu beli baju dan sepatu, atau apabila masih ada rumah yang tak bisa makan karena kehabisan beras," ujarnya.

Dalam momen penuh haru tersebut, Dedi Mulyadi mengakui dirinya malu karena masih ada warga Jabar yang sulit berobat akibat masalah BPJS dan anak-anak yang belum mendapat akses pendidikan layak.

Ia pun menyampaikan filosofi kepemimpinannya melalui konsep “Kurung Cil” dan “Kentel Guru Cil”. Menurutnya, pemimpin sejati adalah mereka yang rela “mengurangi tidur” karena pikiran dan hatinya terus memikirkan rakyat yang sedang lapar dan kesulitan.

Masalah pajak dan iuran pun disoroti Dedi Mulyadi. Menurutnya beratnya pajak dan iuran masih membebani masyarakat dan belum sebanding dengan kesejahteraan yangd iterima.

Ia pun berkomitmen mendorong efisiensi anggaran hingga mencapai 15 persen agar lebih banyak dana dapat dialokasikan bagi kepentingan rakyat kecil atau kaum mustadhafin.

Tak hanya memohon maaf, Dedi Mulyadi pun menyampaikan apresiasinya untuk warga Jabar yang tetap membayar pajak bahkan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah hingga tiga kali lipat.

Baca juga: Ibu Linmas yang Dibacok Residivis di Jatinangor Curhat ke Dedi Mulyadi: Kenapa Gak Ada yang Nolong

Di akhir pidatonya, Dedi Mulyadi berjanji untuk terus berbenah, mengevaluasi kinerjanya, dan menggerakkan birokrasi dan keuangan daerah agar pelayanan publik makin baik.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi warga yang merasa negara absen di saat mereka membutuhkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.