- Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia saat bergabung Board of Peace (BoP).
Menekankan bahwa pihaknya siap mengirimkan pasukan perdamaian, asal semua pihak setuju keterlibatan Indonesia.
Mengutip Tribunnews pada (22/3), hal ini diutarakan oleh Prabowo dalam acara berformat diskusi terbuka yang tayang Kamis (19/3/2026).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza bukan untuk melucuti Hamas, meski saat ini ditunda akibat situasi konflik.
Ia juga menekankan bahwa langkah tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina.
Lebih tepatnya, Prabowo menekankan bahwa dirinya sejak lama menjalankan perjuangan bangsa Indonesia yang konsisten membela kemerdekaan Palestina.
Juga mengatakan bahwa dalam pembicaraan dengan tokoh-tokoh Barat, Indonesia siap bergabung dalam Board of Peace dan mengirim pasukan perdamaian, dengan syarat seluruh pihak menyetujui keterlibatan Indonesia.
“Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina. Saya selalu katakan, dalam pembicaraan saya dengan tokoh-tokoh barat, kita akan ikut (Board of Peace/BoP) dan kita siap kirim pasukan perdamaian, asal saya bilang semua pihak setuju keterlibatan Indonesia,” kata Prabowo dalam keterangan diterima Tribunnews, Jumat (20/3/2026).
Lebih dari itu, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza harus mendapat persetujuan tokoh Palestina, negara-negara Muslim terkait, serta Hamas sebagai syarat utama.
"Dan, saya juga mengatakan, de facto, Hamas harus menerima kita. Itu saya sampaikan. Karena we want to be a peacekeeping force,” tegas Prabowo.