- Wali Kota Ayep Zaki disoraki jemaah saat memberikan sambutan dalam salat Idulfitri di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Jumat (20/3/2026).
Sorakan terjadi karena kebijakan Ayep yang tidak mengizinkan pelaksanaan salat Id Muhammadiyah di Lapangan Merdeka.
Ia beralasan mengikuti ketetapan pemerintah melalui Kementerian Agama yang menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026).
Merespons hal itu, Ayep Zaki mengakui kebijakannya menimbulkan ketidakpuasan dan menyampaikan permohonan maaf kepada warga, serta berjanji akan mencari solusi melalui dialog ke depan.
Di sisi lain, Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Sukabumi, Rozak Daud, menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan janji Ayep saat kampanye yang akan mendukung kegiatan keagamaan, sehingga memicu kekecewaan jemaah.
Adapun Ayep Zaki lahir di Bogor, Jawa Barat, pada (10/12/2965).
Ia berasal dari keluarga sederhana dan memulai usaha dari produksi tempe tradisional hingga berkembang memiliki puluhan cabang.
Ia pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian mendirikan PT Alpindo di Sukabumi dan aktif mengembangkan UMKM, koperasi, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Meski sempat gagal dalam Pileg DPR RI 2024, ia kemudian maju di Pilkada Kota Sukabumi dan berhasil menang bersama Bobby Maulana.
Berdasarkan LHKPN 2025, total kekayaan Ayep Zaki mencapai sekitar Rp13 miliar, yang berasal dari aset tanah dan bangunan, kendaraan, dan harta lainnya setelah dikurangi utang.