Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Penumpang kapal penyeberangan dari kendaraan roda dua mulai berdatangan di Pelabuhan Bakauheni memasuki H+1 Idul Fitri 1447 H, Minggu (22/3/2026).
Berdasarkan pantauan Tribun Lampung di dermaga reguler Pelabuhan Bakauheni, hingga pukul 12.00 WIB, penumpang kapal dari kendaraan roda dua terus memasuki area dermaga.
Para pemotor pun datang untuk melakukan penyeberangan dengan berbagai tujuan, baik sedang dalam perjalanan mudik, silaturahmi, atau sudah ada yang kembali untuk melanjutkan kesibukan.
Mamat, ia hendak menyeberang menuju Pulau Jawa dengan mengendarai motor bersama keluarga dengan membawa satu tas jinjing yang diletakkan di bagian depan.
Ia bersama 7 rombongan sepeda motor hendak menuju Provinsi Banten.
Baca juga: Hadapi Arus Penyeberangan, Jumlah Kapal di Bakauheni Bisa Ditambah hingga 40
"Saya dari Lampung Selatan mau silaturahim ke tempat saudara yang ada di Serang. Kebetulan deket, dan sekarang lalu lintas masih sepi," kata dia saat ditemui Tribunlampung.co.id di area scanning ticket dermaga reguler, Minggu (22/3/2026).
Lain halnya dengan Rudi, ia bersama istrinya justru hendak melakukan perjalanan balik, karena dia sudah akan mulai masuk kerja.
Sependapat dengan Mamat, ia memilih perjalanan menggunakan sepeda motor karena melihat situasi lalu lintas yang masih lengang dan lancar.
"Ini mau balik, soalnya Senin saya sudah mulai kerja, jadi pulang lebih awal. Sekarang juga masih sepi, jadi aman lah perjalanan," kata dia.
Menghadapi lonjakan arus balik Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran penyeberangan.
Guna mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026, ASDP menerapkan salah satu langkah krusial yang diambil yakni penerapan kebijakan Single Tariff atau tarif tunggal untuk layanan penyeberangan.
General Manager ASDP Bakauheni, Partogi Tamba menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei kesiapan fasilitas dan kelengkapan bersama jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres, Dandim, Wakil Bupati, serta pihak KSOP.
Fokus utama pemantauan kali ini diarahkan pada kesiapan fasilitas bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda dua.
"Kami mengoperasikan tujuh dermaga di Bakauheni. Salah satu skema yang kami ambil untuk mengurai kemacetan adalah menerapkan Single Tariff yang akan berlaku mulai tanggal 23 hingga 29 April," ujarnya.
Melalui kebijakan ini, tidak ada lagi perbedaan harga antara tarif eksekutif dan reguler.
Seluruh tarif akan disesuaikan menjadi harga reguler, namun dengan catatan layanan eksekutif tetap diberikan secara maksimal seperti biasa.
Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, di mana terjadi penumpukan kendaraan di dermaga eksekutif karena menjadi pilihan dominan para pemudik.
"Harapannya, dengan Single Tariff ini, konsentrasi pemudik dapat terpecah sehingga distribusi kendaraan ke setiap dermaga bisa lebih merata dan normal. Dengan begitu, pengangkutan di masing-masing armada bisa lebih maksimal,"
"Hingga saat ini, seluruh fasilitas dan personel di Pelabuhan Bakauheni dinyatakan telah siap sepenuhnya (ready) untuk melayani masyarakat. Pihak ASDP berharap arus balik tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)