Presiden Mahasiswa UINAM Kritik Impor 105 Ribu Mobil Pick Up
Sukmawati Ibrahim March 22, 2026 02:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar (DEMA UINAM), Muh. Zulhamdi Suhafid, mengkritik kebijakan impor 105.000 unit mobil pick up untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Ia menilai kebijakan impor dalam skala besar tersebut menjadi paradoks dan mencederai semangat kedaulatan industri nasional.

Menurutnya, langkah mendatangkan kendaraan dari luar negeri bertolak belakang dengan komitmen pemerintah dalam mengampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

“Impor mobil pick up sebanyak 105.000 unit ini jelas tidak sejalan dengan semangat Presiden untuk mencintai produk dalam negeri. Di saat kita sedang berupaya memperkuat struktur industri otomotif lokal, kebijakan ini justru memberikan karpet merah bagi produk asing,” ujar Zulhamdi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/3/2026).

Lebih lanjut, ia juga menyoroti potensi penyimpangan dalam proyek tersebut.

Zulhamdi mensinyalir adanya kepentingan oknum tertentu yang mencoba menunggangi program strategis pemerintah demi keuntungan pribadi.

Ia menilai proyek dengan skala besar tersebut rentan menjadi ladang korupsi jika tidak diawasi secara ketat.

“Kami menduga ada oknum-oknum nakal yang ingin mencederai program strategis dan visi Asta Cita Presiden Prabowo. Oleh karena itu, kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memeriksa PT Agrinas Pangan Nusantara terkait proses pengadaan dan impor mobil pick up Kopdes Merah Putih ini,” tegasnya.

Zulhamdi menambahkan, pengadaan dalam jumlah ratusan ribu unit harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik.

Ia menegaskan, persoalan ini bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga menjadi ujian bagi integritas penegakan hukum di Indonesia.

“Isu semacam ini harus menjadi perhatian khusus aparat penegak hukum dan DPR RI melalui fungsi pengawasannya. Jangan sampai program yang tujuannya untuk kesejahteraan desa justru dinikmati oleh segelintir pihak melalui skema impor yang tidak transparan,” tutupnya. (*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.