Daftar 20 Negara Siap Amankan Mobilitas di Selat Hormuz Pasca Ditutup Iran
Darwin Sijabat March 22, 2026 02:48 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Gelombang perlawanan diplomatik dari aliansi Internasional terhadap blokade maritim Iran di Selat Hormuz kian menguat. Mereka mulai bergerak untuk memecah kebuntuan energi global.

Pemerintah Inggris secara resmi mengumumkan bahwa kini terdapat 20 negara yang menyatakan kesiapan untuk turun tangan mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. 

Langkah kolektif ini diambil guna menyelamatkan rantai pasok energi dunia yang lumpuh total pasca-pecahnya perang pada 28 Februari 2026 lalu.

Koalisi Inti dan Perluasan Aliansi

Inisiasi ini bermula pada Kamis (19/3/2026), ketika enam negara pelopor seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang merilis pernyataan bersama yang menegaskan urgensi keamanan navigasi internasional.

“Kami menyatakan kesiapan untuk berkontribusi langkah yang tepat untuk memastikan pelayaran aman di Selat Hormuz. Kami menyambut komitmen bangsa-bangsa yang terlibat dalam rencana persiapannya,” bunyi petikan pernyataan bersama tersebut.

Memasuki Sabtu (21/3/2026), aliansi ini membengkak dengan bergabungnya 14 negara baru, termasuk kekuatan ekonomi dan maritim.

Negara itu seperti:

  • Kanada, 
  • Korea Selatan, 
  • Selandia Baru, 
  • Norwegia, 
  • Swedia, 
  • Finlandia, 
  • Denmark, 
  • Republik Ceko. 

Bergabungnya negara-negara Skandinavia dan Eropa Timur ini menandakan krisis di Teluk bukan lagi sekadar isu regional, melainkan ancaman eksistensial bagi stabilitas ekonomi global.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran 48 Jam: Buka Selat Hormuz atau Kegelapan Total!

Baca juga: Lebaran Inklusif: Presiden Prabowo Buka Gerbang Istana untuk Rakyat dan Ojol

20260322 - Penampakan Selat Hormuz
Penampakan Selat Hormuz melalui Google Maps.

Misi Moratorium dan Dampak Ekonomi

Koalisi 20 negara ini menyerukan implementasi "moratorium komprehensif dan segera" untuk menghentikan segala bentuk serangan terhadap infrastruktur sipil, terutama instalasi minyak dan gas. 

Mereka memperingatkan bahwa gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz, jalur kunci bagi suplai minyak dan LPG dunia, merupakan ancaman nyata bagi perdamaian global.

Krisis ini berakar dari serangan gabungan AS-Israel ke Teheran pada akhir Februari, yang memicu aksi balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat  dan wilayah Israel. 

Penutupan total Selat Hormuz sebagai respons Iran telah menyebabkan harga bahan bakar di berbagai belahan dunia meroket tajam, memaksa komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas demi memulihkan arus perdagangan energi.

Trump Ultimatum Iran 48 Jam

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengeluarkan ancaman paling ekstrem terhadap kedaulatan infrastruktur Iran.  

Melalui platform Truth Social, Sabtu (21/3/2026), Trump memberikan tenggat waktu (ultimatum) selama 48 jam bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

Sebagaimana jalur nadi energi dunia itu telah lumpuh sejak agresi 28 Februari lalu. 

Jika dalam waktu dua hari Iran tetap bersikeras memblokade jalur distribusi 20 juta barel minyak per hari tersebut, militer AS diperintahkan untuk melumpuhkan jaringan listrik di seluruh negeri. 

Donald Trump secara spesifik mengincar fasilitas pembangkit listrik utama sebagai target awal serangan udara. 

“Jika Iran tak membuka sepenuhnya Selat Hormuz tanpa ancaman, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menghantam dan menghancurkan sejumlah pembangkit listrik, yang dimulai dari yang terbesar,” tulis Trump pada pukul 19.44 waktu setempat, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency. 

Baca juga: Riyadh Membara: Arab Saudi Usir Atase Militer Iran & Siaga Perang Bela Diri

Baca juga: Anies Respon Prabowo: Teror Air Keras KontraS Bukan Kriminal Biasa, Bongkar Dalang Utama

Ultimatum ini berlaku hingga Senin malam (23/3/2026).  

Meski Trump sebelumnya mengaku ingin menghindari target di Teheran demi meminimalisir trauma warga sipil, ancaman terbaru ini menunjukkan pergeseran retorika ke arah perang total yang menyasar langsung kelangsungan hidup domestik Iran.

Respons Keras Teheran dan Guncangan Global 

Ancaman ini merupakan respons langsung atas sikap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang pada Jumat (20/3/2026) menegaskan Iran tidak akan tinggal diam jika infrastruktur strategisnya diganggu.  

Teheran berjanji akan memberikan balasan tanpa pengekangan (zero restraint) terhadap aset-aset AS di kawasan Teluk.

Sejak penutupan Selat Hormuz dimulai pasca-serangan 28 Februari, pasar energi global berada dalam kondisi kritis.

Jalur ini merupakan titik rawan paling vital di dunia; penyumbatannya telah memicu lonjakan harga minyak mentah yang tidak terkendali.  

Jika Trump benar-benar mengeksekusi penghancuran pembangkit listrik Iran, dunia diprediksi akan menghadapi krisis energi dan ekonomi yang jauh lebih destruktif.

Update Perang di Timur Tengah  

Situasi di Timur Tengah masih dihantui kekhawatiran akan ledakan dari rudal serangan antara Iran kontra Amerika Serikat dan Israel.  

Adapun perang itu telah memasuki minggu keempat tepatnya hari ke-23, yang dimulai sejak 28 Februari 2026. 

Perang itu setidaknya menewaskan lebih dari 1.400 orang di Iran, sementara jumlah korban tewas di pihak Amerika Serikat dan Israel masih simpang siur.  

Jumlah korban perang Timur Tengah itu tampaknya 'ditutup-tutupi' oleh pemerintah setempat. 

Serangan balasan pun dilakukan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.  

Iran terus menyerang Israel dan pangkalan AS sebagai balasan termasuk tadi malam Iran menyerang lokasi nuklir Israel di Dimona dan Arad dan dilaporkan 100 orang terluka namun tak ada laporan korban jiwa. 

Sementara jutaan warga Iran merayakan Idul Fitri dan Nowruz di bawah bayang-bayang perang.

Secara terpisah, AS mengatakan sedang mempertimbangkan untuk "mengakhiri" konflik sambil menolak kemungkinan gencatan senjata. 

Inggris telah mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan militer untuk melakukan serangan terhadap situs rudal Iran. 

Baca juga: Sedang Lebaran, Rumah Warga di Mendahara Ulu Tanjabtim Ludes Terbakar

Baca juga: Riyadh Membara: Arab Saudi Usir Atase Militer Iran & Siaga Perang Bela Diri

Baca juga: Lebaran Inklusif: Presiden Prabowo Buka Gerbang Istana untuk Rakyat dan Ojol

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.