Iran Unjuk Kekuatan, Luncurkan Rudal Jarak Jauh ke Pangkalan AS di Diego Garcia
Faisal Zamzami March 22, 2026 04:03 PM

 

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Iran mengirimkan sinyal strategis baru dalam konflik yang telah berlangsung tiga pekan melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Sinyal tersebut ditunjukkan melalui peluncuran rudal balistik jarak jauh yang diarahkan ke pangkalan militer di Diego Garcia, Samudera Hindia.

Meski demikian, serangan itu dilaporkan tidak mencapai sasaran.

Sumber resmi Inggris kepada AFP menyebutkan bahwa fasilitas militer di pulau tersebut tidak berhasil ditargetkan oleh rudal Iran.

Diego Garcia merupakan salah satu pangkalan strategis Inggris yang digunakan oleh militer AS untuk mendukung berbagai operasi, termasuk dalam konflik melawan Iran.

Langkah Teheran ini mengejutkan banyak pihak. Selama ini, kemampuan Iran untuk menyerang hingga hampir 4.000 kilometer dari wilayahnya dinilai terbatas.

Serangan jarak jauh ini pun dianggap sebagai perkembangan signifikan di tengah tekanan militer yang diterima Iran sejak akhir Februari 2026.

Peneliti dari Foundation for Strategic Research di Prancis, Etienne Marcuz, menilai peluncuran tersebut melampaui perkiraan sebelumnya.

Ia menyebutkan bahwa lokasi Diego Garcia berada hampir 4.000 kilometer dari pantai Iran, melebihi estimasi jangkauan maksimum rudal yang selama ini diketahui.

Baca juga: Iran Tembakkan Rudal ke Diego Garcia, Digagalkan AS? 

Sebelumnya, jangkauan rudal balistik jarak menengah (MRBM) Iran diperkirakan sekitar 2.000 hingga 3.000 kilometer.

Beberapa sistem seperti Khorramshahr dan Sejjil bahkan disebut memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer, dengan Khorramshahr masih dalam tahap pengembangan.

Marcuz menjelaskan, peningkatan jangkauan kemungkinan disebabkan penggunaan hulu ledak yang lebih ringan pada varian terbaru, seperti Khorramshahr-4.

“Semakin ringan muatan, semakin jauh rudal dapat terbang,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan analis International Crisis Group, Ali Vaez, yang menyebut bahwa fleksibilitas berat hulu ledak memungkinkan Iran meningkatkan jangkauan rudalnya.

Namun, analis dari lembaga pertahanan Inggris RUSI, Tom Sharpe, menilai kemampuan tersebut sebenarnya bukan hal baru.

Ia menyatakan Iran kemungkinan sudah lama memiliki rudal dengan jangkauan tersebut, meski tidak diungkapkan secara terbuka.

Sharpe juga menyoroti kemampuan operasional Iran yang masih mampu memindahkan peluncur rudal secara mobile tanpa terdeteksi, kemudian bersiap dan meluncurkan serangan tanpa terkena serangan balasan.

Meski demikian, sejumlah analis menilai tujuan utama peluncuran ini lebih bersifat politis dibandingkan militer.

Serangan tersebut dinilai sebagai upaya Iran untuk menunjukkan kekuatan dan memulihkan citra setelah mengalami tekanan akibat serangan udara.

“Ini lebih merupakan unjuk kekuatan dan sinyal politik bahwa Iran masih memiliki kemampuan yang selama ini dianggap ‘rahasia’,” kata Marcuz.

Baca juga: VIDEO AS Mulai Serang Aset-aset Militer Iran Dekat Selat Hormuz

Ali Vaez menambahkan bahwa pesan utama dari langkah ini adalah peringatan kepada AS dan Israel agar tidak meremehkan kemampuan dan tekad Iran.

Di sisi lain, analis Israel dari Institute for National Security Studies (INSS), Danny Citrinowicz, melihat peluncuran ini sebagai refleksi perubahan internal di Iran.

Ia menilai meningkatnya peran Garda Revolusi turut memengaruhi kebijakan militer negara tersebut.

Perubahan tersebut juga dikaitkan dengan wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada hari pertama konflik.

Menurut Citrinowicz, Khamenei sebelumnya dikenal berhati-hati dalam penggunaan kekuatan militer.

“Iran kini berpotensi menjadi lebih berani mengambil risiko dan kurang berhati-hati dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.