Identitas Terungkap, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Trotoar di Jembatan Tito Sulut
Wawan Akuba March 22, 2026 04:58 PM

TRIBUNGORONTALO.COM, Sangihe — Identitas dua remaja perempuan yang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal akhirnya terungkap.

Keduanya meninggal setelah sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak trotoar di Jembatan Tito, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Minggu (22/3/2026) dini hari.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 00.55 Wita di Jalan Boulevard, Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur.

Lokasi kejadian berada di Jembatan Tito yang menghubungkan wilayah Tidore dan Towo, serta berjarak sekitar 5–10 menit dari Pelabuhan Tahuna.

Kedua korban diketahui bernama Silvana Fitri Mangule (15) dan Devita Makaluase (15), pelajar asal Kampung Mala, Kecamatan Manganitu.

Sebelumnya, identitas keduanya sempat belum diketahui saat pertama kali dievakuasi dari lokasi kejadian.

Saat ditemukan, kedua korban mengalami luka parah dan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Baca juga: Warga Manado Habiskan Libur Idulfitri di Gorontalo, Kunjungi Sejumlah Objek Wisata

Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Liun Kendage Tahuna, namun setibanya di rumah sakit, dokter menyatakan keduanya telah meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Kepulauan Sangihe, IPTU Nelta Rengkung, mengungkap kronologi kecelakaan tersebut.

Ia menjelaskan, kecelakaan bermula saat Silvana mengendarai sepeda motor Honda Vario 160 berwarna merah tanpa nomor polisi, berboncengan dengan Devita.

Keduanya bergerak dari arah Kelurahan Tidore menuju Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna.

Saat melintasi Jembatan Tito dengan kondisi jalan menanjak dan tikungan tajam ke kiri, pengendara diduga kehilangan kendali.

Sepeda motor kemudian keluar jalur, masuk ke lajur kanan, dan menabrak sisi beton trotoar.

Benturan keras membuat kedua korban terpental dan jatuh menghantam permukaan trotoar, sementara sepeda motor meluncur sejauh kurang lebih 12 meter dari titik tabrakan.

Petugas dari unit Pamapta bersama piket fungsi Polres Kepulauan Sangihe yang dipimpin IPDA Edy Wanihi segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi.

Kedua korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang masih berusia remaja, dalam penggunaan kendaraan bermotor,” ujar IPTU Nelta Rengkung.

Dari hasil pemeriksaan, sepeda motor yang digunakan dalam kondisi layak jalan.

Namun, kendaraan tersebut tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan tidak memiliki STNK.

Selain itu, kedua korban yang masih berusia 15 tahun juga belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.