Mulai dari Wali Kota Andrei Angouw pasiar Lebaran di rumah warga serta objek wisata Pantai Karangria, Sindulang, Tuminting, ramai pengunjung di momen Idul Fitri.
Ya. Perayaan Idul Fitri di Kota Manado terbilang berlangsung damai dan penuh suasana toleransi.
Amatan tim TribunManado.co.id, Sabtu (21/3/2026), tradisi pasiar pun digelar.
Umat Muslim menjamu tamu yang sebagian besarnya adalah umat non Muslim.
Seperti Can. Ia gelar open house. Yang datang kebanyakan rekan kerjanya. "Sebagian besar non muslim," katanya.
Can mengaku hubungan mereka layaknya saudara. Itu nampak dalam acara pesiar itu.
"Mereka bawa keluarga, ucapkan selamat pada kota lantas makan bersama," kata dia.
Melengkapi kemeriahan itu, digelar acara karaoke bersama usai makan.
Semua dapat giliran bernyanyi. "Sungguh sejuk," kata dia.
Lain lagi dengan Mario. Di momen Idul Fitri, dirinya mengunjungi tantenya yang Muslim.
Uniknya sang tante dulunya adalah "Mama Ani-nya", sebelum menjadi Muslim.
Perpindahan keyakinan itu tak membuat keluarganya protes.
"Kami tetap bersaudara, saling pesiar kalau ada hari raya, kalau Natal ia pesiar ke rumah saya," katanya.
Di rumah tantenya, ia menuturkan, berkumpul keluarga besar yang sebagian besar Kristen.
"Kami makan makan, ngerumpi hingga karaoke bersama," katanya.
Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang juga turut pesiar ke rumah warga yang beragama Muslim.
Pada hari pertama perayaan Lebaran, beberapa kelompok warga non-muslim turut berjaga saat pelaksanaan Salat Ied.
Di lain tempat dan kegiatan namun di hari yang sama, tak sedikit warga Kota Manado mengisi liburan di tengah Idul Fitri dengan mengunjungi sejumlah objek wisata, Minggu (22/3/2026).
Salah satu yang ramai dikunjungi adalah pantai Karangria di Kelurahan Karangria, Kecamatan Tuminting.
Amatan Tribunmanado,com, Minggu siang, nampak pantai tersebut dipenuhi pengunjung.
Paling banyak anak-anak. Mereka ada yang sendirian. Ada pula yang berkawan.
Beberapa anak mengenakan pelampung. Merapatnya sebuah perahu membuat anak-anak kian girang.
Mereka berlomba menuju perahu tersebut. Sejumlah lansia juga sedang mandi di pantai tersebut.
Beberapa di antara mereka berguling di pasir. Ada pula yang hanya berjalan jalan di tepi pantai.
Selain sebagai tempat mandi yang murah meriah, pantai Karangria juga dikenal dengan khasiat pengobatannya.
Penderita stroke sering melakukan terapi di pantai tersebut. Begitu pula yang alami penyakit kulit.
Anwar salah satu warga menuturkan, ia sengaja datang ke pantai itu untuk bersantai. "Saya datang bersama anak," kata dia.
Menurut dia, suasana di pantai itu pas untuk jalani liburan pasca hari raya. Pemandangannya indah serta airnya segar.
"Anak anak saya tampak senang," katanya. (Art)
Baca juga: Potret Kemeriahan Pawai Takbiran di Manado Sulawesi Utara, Ribuan Warga Turun ke Jalan