Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Bupati Hj. Citra Pitriyami mencatat sejumlah hal penting pada hari pertama libur Lebaran terkait penataan kawasan objek wisata di Pangandaran.
Evaluasi tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan bersama Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Rudi Setiawan.
Satu yang menjadi perhatian utama adalah kepadatan kendaraan di pintu masuk utama objek wisata pantai barat Pangandaran.
Citra menilai jumlah pintu masuk sekaligus titik penarikan tiket perlu ditambah untuk mengurai antrean kendaraan wisatawan.
"Pintu masuk utama harus ditambah karena terjadi kepadatan kendaraan wisatawan. Antrean cukup panjang di akses masuk, tapi setelah berada di dalam kawasan wisata arus lalu lintas cenderung lebih lancar," ujar Citra kepada sejumlah wartawan di pos 5 pantai barat Pangandaran, Minggu (22/3/2026) siang.
Meskipun demikian, kondisi lalu lintas di sejumlah titik terpantau relatif terkendali. Misalnya di perempatan Ajo Pantai Barat, tidak terjadi kemacetan seperti yang biasa muncul pada momen libur panjang.
"Kita lihat sekarang belum terjadi kemacetan di titik-titik yang biasanya padat. Namun, ini masih akan terus dipantau dalam beberapa hari ke depan," katanya.
Pemerintah daerah pun akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan apakah kelancaran arus lalu lintas dipengaruhi oleh efektivitas rekayasa lalu lintas atau karena jumlah wisatawan yang belum membludak.
Selain itu, Citra pun menyoroti masih adanya kendaraan yang parkir di bahu jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Ia menduga hal tersebut terjadi akibat keterbatasan jumlah petugas di lapangan.
"Ketika petugas fokus mengatur kendaraan di satu sisi, sisi lain menjadi kurang terawasi sehingga masih terjadi parkir di bahu jalan," ucap Citra.
Tak hanya itu, keberadaan kendaraan ATV yang masuk hingga ke bibir pantai juga menjadi perhatian serius.
Aktivitas tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan wisatawan sekaligus berpotensi merusak kawasan pantai.
"Kami juga menemukan masih ada ATV yang masuk ke bibir pantai. Ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan bisa lebih tertib," ujarnya.
Lebaran Hari Kedua
H+1 Lebaran 2026 ini, objek wisata pantai di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diserbu ribuan wisatawan.
Satu di antaranya objek wisata yang terlihat di Pantai Pangandaran. Minggu (22/3/2026) pagi, objek wisata tersebut terus dipadati wisatawan.
Mereka menikmati keindahan alam pantai dan melakukan aktivitas liburan bersama keluarga maupun sanak saudara.
Sementara sejumlah petugas gabungan pun siap siaga melakukan pengawasan dan pengamanan wisatawan di bibir pantai barat Pangandaran.
Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan, mulai pukul 03.00 WIB sampai sekarang ini, objek wisata pantai Pangandaran terus didatangi wisatawan.
"Kemungkinan volume (wisatawan) akan seperti ini karena melihat waktu libur," ujar Sarlan kepada sejumlah wartawan di pintu masuk objek wisata pantai barat Pangandaran, Minggu pagi.
Karena, jika melihat jadwal libur di kalender hanya sampai hari Selasa (24/3), Rabu dan Kamis masuk kerja, kemudian hari Jumat, Sabtu, dan Minggu itu libur kembali.
"Jadi, kemungkinan Sabtu dan Minggu depan akan ramai lagi," katanya.
Sementara ini wisatawan yang masuk ke objek wisata sejak pukul 00.00 WIB tadi sampai pukul 07.00 WIB tercatat sebanyak 20 ribu orang.
"Kalau sampai siang ini volume kendaraan yang masuk seperti ini macet, pasti sampai sore akan ramai terus," ucap Sarlan.
Selain di bibir pantai, hingga kini kendaraan wisatawan roda dua maupun roda empat pun terus memasuki kawasan wisata pantai dan menuju lokasi parkiran.
Untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan di pintu masuk objek wisata, pemerintah daerah bersama stakeholder lain melakukan langkah-langkah strategis.
"Salah satunya, memindahkan pintu masuk utama ke belakang atau mundur untuk mengurangi kemacetan," ujarnya.
Kemudian membagi kendaraan roda empat menjadi empat jalur. Karena selain roda dua, biasanya roda empat hanya dua jalur.
"Lalu, Polisi lalu lintas juga mengarahkan kendaraan ke pintu-pintu masuk pertama seperti jalur pantai timur," kata Sarlan. *