Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Bab 6 B, Berkomunikasi Melalui Surat dengan Santun
Yeshinta Sumampouw March 22, 2026 06:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP kelas 7, tentang Berkomunikasi Melalui Surat dengan Santun.

Materi ini dibahas dalam Bab 6 Bagian B buku Bahasa Indonesia untuk kelas 7 SMP/MTs dengan tema "Sampaikan Melalui Surat."

Buku tersebut diterbitkan oleh Kemdikbudristek Republik Indonesia pada tahun 2023 dan tersedia secara daring melalui laman buku.kemendikdasmen.go.id.

Berkomunikasi Melalui Surat dengan Santun

Santun adalah sikap atau cara berperilaku dan berbahasa yang halus, sopan, menghargai orang lain, serta sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Kesantunan dalam menulis surat sangat penting karena surat merupakan bentuk komunikasi tertulis yang dapat mencerminkan sikap dan kepribadian penulis.

Kesantunan dalam menulis surat penting untuk menjaga hubungan baik, menunjukkan rasa hormat, memudahkan penyampaian pesan, serta mencerminkan kepribadian penulis.

Perbedaan utama antara surat pribadi dan surat resmi terletak pada tujuan penulisannya.

Surat pribadi dibuat untuk menyampaikan keperluan individu sekaligus mengungkapkan perasaan penulis kepada penerima.

Sementara itu, surat resmi digunakan untuk mewakili kepentingan suatu lembaga dan umumnya berkaitan dengan kegiatan atau urusan formal yang akan dilaksanakan.

Meskipun memiliki tujuan yang berbeda, kedua jenis surat tersebut tetap harus menggunakan bahasa yang santun.

Penggunaan bahasa perlu disesuaikan dengan siapa penerima surat agar pesan dapat tersampaikan dengan baik dan tetap menghormati pihak yang dituju.

Jenis pembuka surat

1. Menanyakan kabar
2. Mengungkapkan perasaan
3. Memperkenalkan diri
4. Menyatakan tujuan
5. Ucapan terima kasih
6. Permohonan

Sapaan

Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menyapa seseorang

Jenis-Jenis Kata Sapaan

1. Sapaan Umum, digunakan untuk menyapa secara umum atau formal.
Contoh: Bapak, Ibu, Saudara, Anda

2. Sapaan Keluarga, digunakan dalam lingkungan keluarga.
Contoh: Ayah, Ibu, Kakak, Adik

3. Sapaan Akrab, digunakan untuk orang yang sudah dekat atau sebaya.
Contoh: Kamu, Dia, Sobat, Teman

4. Sapaan Berdasarkan Jabatan, digunakan sesuai kedudukan atau profesi seseorang.
Contoh: Guru, Dokter, Kepala Sekolah, Ketua

Fungsi Kata Sapaan

  • Menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara
  • Membangun hubungan yang baik dalam komunikasi
  • Menentukan tingkat keformalitasan bahasa

Pronomina

Pronomina adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan orang, benda, atau hal yang sudah disebutkan agar kalimat tidak berulang-ulang.

Jenis-Jenis Pronomina

1. Pronomina Persona (Kata Ganti Orang), digunakan untuk menggantikan orang.

a. Orang pertama (pembicara)
Tunggal: saya, aku
Jamak: kami, kita

b. Orang kedua (lawan bicara)
Tunggal/jamak: kamu, anda, kalian

c. Orang ketiga (orang yang dibicarakan)
Tunggal: dia, ia, beliau
Jamak: mereka

2. Pronomina Penunjuk, digunakan untuk menunjukkan sesuatu. Contohnya kata ini (dekat), itu (jauh), sini, situ, sana

3. Pronomina Tanya, digunakan untuk bertanya. Contohnya kata apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana

Kata Baku dan Tidak Baku

1. Kata Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Penggunaan kata baku penting dalam penulisan resmi agar bahasa lebih jelas, benar, dan mudah dipahami.

Ciri-ciri kata baku:

  • Sesuai aturan bahasa Indonesia
  • Digunakan dalam tulisan resmi
  • Tidak dipengaruhi bahasa daerah atau bahasa gaul
  • Sering digunakan dalam surat resmi, laporan, dan karya ilmiah

Contoh kata baku:

  • apotek (bukan apotik)
  • kualitas (bukan kwalitas)
  • aktivitas (bukan aktifitas)
  • sistem (bukan sistim)
  • risiko (bukan resiko)

2. Kata Tidak Baku

Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar.

Ciri-ciri kata tidak baku:

  • Tidak sesuai KBBI
  • Sering digunakan dalam percakapan sehari-hari
  • Dipengaruhi bahasa daerah atau bahasa gaul

Baca juga: Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Bab 6 A, Mengenal Surat Pribadi dan Surat Resmi

Sumber:

  • Buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII, Edisi Revisi, 2023
    Penulis: Eugenia Rakhma Subarna, Soie Dewayani, Cicilia Erni Setyowati
    Penerbit: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
  • https://buku.kemendikdasmen.go.id/
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.