Lebih Sekedar Trofi: Juara Piala Carabao, Rute Pembuka Arteta Wujudkan Mimpi Terliar Arsenal
Garudea Prabawati March 22, 2026 06:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Laga krusial bakal dihadapi Arsenal saat ditantang Manchester City di final Piala Carabao, Minggu (22/3/2026) malam ini.

Dalam laga bertajuk perebutan gelar Piala Carabao yang akan berlangsung di Stadion Wembley jam 23.30 WIB.

Tidak ada misi lain yang diusung Arsenal kecuali mengalahkan Manchester City untuk mengklaim gelar Piala Carabao.

Ya, Arsenal wajib mengalahkan Manchester City jika ingin menjaga asa memenangkan gelar juara di semua kompetisi musim ini.

Tak bisa disangkal, meski kerapkali dianggap Piala Chiki, trofi Piala Carabao nyatanya sangat penting untuk dimenangkan Arsenal maupun Manchester City.

Baca juga: Daftar Juara Piala Carabao: Quattrick Bersejarah Manchester City, Arsenal Betah Puasa 33 Tahun

Khusus bagi Arsenal, gelar Piala Carabao akan mengakhiri puasa trofi mereka yang sudah berlangsung di turnamen ini.

Sejak meraih gelar kedua Piala Carabao musim 1992/1993, Arsenal diketahui tidak pernah lagi mengangkat trofi ajang ini.

Setelah hampir 33 tahun tidak pernah menjuarai Piala Carabao, Arsenal tentu tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memenangkan gelar turnamen ini untuk yang ketiga kalinya dalam sejarah.

TROFI CARABAO CUP - Wujud trofi Carabao Cup. (Foto diunduh dari Instagram Carabao Cup)
TROFI CARABAO CUP - Wujud trofi Carabao Cup. (Foto diunduh dari Instagram Carabao Cup) (Instagram Carabao Cup)

Selain itu, trofi Piala Carabao yang diperebutkan malam ini, juga terasa krusial bagi Mikel Arteta selaku pelatih.

Terutama jika Arteta ingin mewujudkan impian terliarnya membawa Arsenal merajai semua kompetisi musim ini.

Piala Carabao seakan menjadi jalan pembuka bagi Arteta untuk mengukir sejarah abadi bersama Arsenal.

Andai bisa mengalahkan Manchester City malam ini, gelar Piala Carabao otomatis bakal jatuh ke tangan Arsenal.

Hal itu tentu akan membuat harapan Arsenal untuk menciptakan sejarah memenangkan quadruple kian terjaga akhir musim ini.

Karena setelah memenangkan gelar Piala Carabao, Arsenal akan kembali berjuang meraih gelar lain di tiga kompetisi berbeda.

Mulai dari Liga Inggris, Liga Champions dan Piala FA.

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Arsenal
31
21
7
3
61
22
39
70
2
35
Man. City
30
18
7
5
60
28
32
61
3
35
Manchester United
31
15
10
6
56
43
13
55
4
35
Aston Villa
30
15
6
9
40
37
3
51
5
35
Liverpool
31
14
7
10
50
42
8
49
6
35
Chelsea
31
13
9
9
53
38
15
48
7
35
Brentford
31
13
7
11
46
42
4
46
8
35
Everton
31
13
7
11
37
35
2
46
9
35
Fulham
31
13
5
13
43
44
-1
44
10
35
Brighton
31
11
10
10
41
37
4
43
11
35
Newcastle
30
12
6
12
43
43
0
42
12
35
Bournemouth
31
9
15
7
46
48
-2
42
13
35
Sunderland
30
10
10
10
30
35
-5
40
14
35
Crystal Palace
30
10
9
11
33
35
-2
39
15
35
Leeds United
31
7
12
12
37
48
-11
33
16
35
Tottenham
30
7
9
14
40
47
-7
30
17
35
Nottm Forest
30
7
8
15
28
43
-15
29
18
35
West Ham
30
7
8
15
36
55
-19
29
19
35
Burnley
31
4
8
19
33
61
-28
20
20
35
Wolves
31
3
8
20
24
54
-30
17
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

Di Liga Inggris, Arsenal masih memimpin jalur terdepan perburuan gelar dengan koleksi 70 poin dari 31 laga.

Berkat jumlah poin tersebut, Arsenal unggul sembilan poin dari Manchester City yang berstatus runner-up.

Dengan menyisakan tujuh laga sisa, peluang Arsenal untuk segera mengakhiri kutukan runner-up dalam tiga musim beruntun, jelas sangatlah besar.

Beralih ke Liga Champions, jalan Arsenal menuju semifinal juga terasa mulus.

Setelah menyingkirkan Bayer Leverkusen di babak 16 besar dengan agregat skor 3-1, Arsenal hanya akan bertemu Sporting CP di empat besar.

Di atas kertas, Arsenal seharusnya mampu menyudahi perjuangan Sporting CP di perempat final, untuk gantian menantang Barcelona atau Atletico Madrid di semifinal.

Sementara di Piala FA, Arsenal cuma bertemu Southampton yang notabenenya merupakan klub Divisi Championship dalam perebutan tiket semifinal turnamen.

Berbekal kedalaman skuad yang mumpuni di setiap posisi, ditunjang taktik elit Arteta, peluang Arsenal merajai semua kompetisi tentu masih ada.

REAKSI ARTETA - Ekpresi datar pelatih Arsenal, Mikel Arteta setelah timnya diimbangi Brentford 1-1 di Gtech Community Stadium dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. (Arsenal)

Melihat keaktifan Arsenal bersaing memperebutkan gelar di semua kompetisi musim ini.

Arteta tentu ingin timnya tampil sebaik mungkin hingga titik darah penghabisan, demi bisa memenangkan semua gelar tersebut pada akhir musim nanti.

Karena jika sampai mampu memenangkan gelar di empat kompetisi berbeda pada akhir musim ini.

Arteta ataupun Arsenal bakal dikenang sebagai salah satu tim paling elit dalam sejarah sepak bola dunia, lantaran bisa menyapu bersih gelar juara di setiap kompetisi yang mereka ikuti.

Dan semua itu bakal dimulai dari laga final Piala Carabao malam ini melawan Manchester City, yang harus dimenangkan oleh Arsenal.

Pernyataan tegas pun disampaikan Arteta jelang laga final melawan Manchester City dalam sesi konferensi persnya.

Arteta mengaku tidak sabar menantikan laga final Piala Carabao, dan bertekad untuk memenangkannya.

"Bagi kami, kami tak sabar menunggu laga ini dimulai, ini adalah kesempatan untuk membuat sejarah," kata Arteta dilansir laman resmi Arsenal.

"Kami belum memenangkan Piala Liga sejak 1993, jadi sudah saatnya kami memenangkannya lagi,"

"Setiap kali anda punya kesempatan melewati garis finish dan memenangkan trofi, itu adalah haris yang besar,"

"Kami tahu pentingnya gelar ini, jadi sekarang terserah kita, mari kita semua bersama-sama mewujudkannya," tambahnya.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.