TRIBUNNEWS.COM - Laga krusial bakal dihadapi Arsenal saat ditantang Manchester City di final Piala Carabao, Minggu (22/3/2026) malam ini.
Dalam laga bertajuk perebutan gelar Piala Carabao yang akan berlangsung di Stadion Wembley jam 23.30 WIB.
Tidak ada misi lain yang diusung Arsenal kecuali mengalahkan Manchester City untuk mengklaim gelar Piala Carabao.
Ya, Arsenal wajib mengalahkan Manchester City jika ingin menjaga asa memenangkan gelar juara di semua kompetisi musim ini.
Tak bisa disangkal, meski kerapkali dianggap Piala Chiki, trofi Piala Carabao nyatanya sangat penting untuk dimenangkan Arsenal maupun Manchester City.
Baca juga: Daftar Juara Piala Carabao: Quattrick Bersejarah Manchester City, Arsenal Betah Puasa 33 Tahun
Khusus bagi Arsenal, gelar Piala Carabao akan mengakhiri puasa trofi mereka yang sudah berlangsung di turnamen ini.
Sejak meraih gelar kedua Piala Carabao musim 1992/1993, Arsenal diketahui tidak pernah lagi mengangkat trofi ajang ini.
Setelah hampir 33 tahun tidak pernah menjuarai Piala Carabao, Arsenal tentu tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memenangkan gelar turnamen ini untuk yang ketiga kalinya dalam sejarah.
Selain itu, trofi Piala Carabao yang diperebutkan malam ini, juga terasa krusial bagi Mikel Arteta selaku pelatih.
Terutama jika Arteta ingin mewujudkan impian terliarnya membawa Arsenal merajai semua kompetisi musim ini.
Piala Carabao seakan menjadi jalan pembuka bagi Arteta untuk mengukir sejarah abadi bersama Arsenal.
Andai bisa mengalahkan Manchester City malam ini, gelar Piala Carabao otomatis bakal jatuh ke tangan Arsenal.
Hal itu tentu akan membuat harapan Arsenal untuk menciptakan sejarah memenangkan quadruple kian terjaga akhir musim ini.
Karena setelah memenangkan gelar Piala Carabao, Arsenal akan kembali berjuang meraih gelar lain di tiga kompetisi berbeda.
Mulai dari Liga Inggris, Liga Champions dan Piala FA.




















Di Liga Inggris, Arsenal masih memimpin jalur terdepan perburuan gelar dengan koleksi 70 poin dari 31 laga.
Berkat jumlah poin tersebut, Arsenal unggul sembilan poin dari Manchester City yang berstatus runner-up.
Dengan menyisakan tujuh laga sisa, peluang Arsenal untuk segera mengakhiri kutukan runner-up dalam tiga musim beruntun, jelas sangatlah besar.
Beralih ke Liga Champions, jalan Arsenal menuju semifinal juga terasa mulus.
Setelah menyingkirkan Bayer Leverkusen di babak 16 besar dengan agregat skor 3-1, Arsenal hanya akan bertemu Sporting CP di empat besar.
Di atas kertas, Arsenal seharusnya mampu menyudahi perjuangan Sporting CP di perempat final, untuk gantian menantang Barcelona atau Atletico Madrid di semifinal.
Sementara di Piala FA, Arsenal cuma bertemu Southampton yang notabenenya merupakan klub Divisi Championship dalam perebutan tiket semifinal turnamen.
Berbekal kedalaman skuad yang mumpuni di setiap posisi, ditunjang taktik elit Arteta, peluang Arsenal merajai semua kompetisi tentu masih ada.
Melihat keaktifan Arsenal bersaing memperebutkan gelar di semua kompetisi musim ini.
Arteta tentu ingin timnya tampil sebaik mungkin hingga titik darah penghabisan, demi bisa memenangkan semua gelar tersebut pada akhir musim nanti.
Karena jika sampai mampu memenangkan gelar di empat kompetisi berbeda pada akhir musim ini.
Arteta ataupun Arsenal bakal dikenang sebagai salah satu tim paling elit dalam sejarah sepak bola dunia, lantaran bisa menyapu bersih gelar juara di setiap kompetisi yang mereka ikuti.
Dan semua itu bakal dimulai dari laga final Piala Carabao malam ini melawan Manchester City, yang harus dimenangkan oleh Arsenal.
Pernyataan tegas pun disampaikan Arteta jelang laga final melawan Manchester City dalam sesi konferensi persnya.
Arteta mengaku tidak sabar menantikan laga final Piala Carabao, dan bertekad untuk memenangkannya.
"Bagi kami, kami tak sabar menunggu laga ini dimulai, ini adalah kesempatan untuk membuat sejarah," kata Arteta dilansir laman resmi Arsenal.
"Kami belum memenangkan Piala Liga sejak 1993, jadi sudah saatnya kami memenangkannya lagi,"
"Setiap kali anda punya kesempatan melewati garis finish dan memenangkan trofi, itu adalah haris yang besar,"
"Kami tahu pentingnya gelar ini, jadi sekarang terserah kita, mari kita semua bersama-sama mewujudkannya," tambahnya.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)