Inilah Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadan Menurut Hadis, Setara Puasa Setahun Penuh!
Widy Hastuti Chasanah March 22, 2026 07:34 PM

Grid.ID - Inilah keutamaan puasa Syawal 6 hari setelah Ramadan menurut hadis. Ternyata setara puasa setahun penuh.

Seperti diketahui, puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal, yaitu bulan setelah Ramadan. Puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal, karena tanggal 1 Syawal adalah hari raya Idul fitri yang diharamkan untuk berpuasa

Puasa ini dianjurkan bagi umat Islam yang telah menyelesaikan puasa Ramadan sebagai bentuk penyempurna ibadah. Selain itu, puasa Syawal juga memiliki banyak keutamaan. Lantas apa saja keutamaan puasa Syawal 6 hari setelah Ramadan menurut hadis? Simak penjelasannya.

Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadan

1. Seperti Puasa Setahun Penuh

Melansir TribunJogja.com, puasa sunah di bulan syawal memiliki keutamaan yang dijelaskan dalam hadis. Berdasarkan sabda Nabi Muhammad S.A.W, puasa Syawal 6 hari setelah ramadan keutamannya sama seperti puasa setahuh penuh.

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim).

Sementara itu, puasa syawal berjumlah enam hari hari, dapat dilakukan sekaligus maupun enam hari berturut-turut. Puasa sunnah juga boleh dicicil atau tidak berturut-turut, yang penting berjumlah enam hari dibulan syawal.

Ada beberapa hadis yang meriwayatkan puasa enam hari dibulan Syawal yaitu hadis Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi. Puasa Syawal, merupakan sunnah dan dilakukan sejal tanggal dua Syawal.

Apabila melakukan puasa di tanggal satu Syawal, maka hukumnya tidak sah dan haram. Pasalnya, 1 Syawal adalah hari Idul Fitri. Mengutip dari nu.or.id, dijelaskan dalam hadis dari Abu Sa'id al-Khudri dia berkata,


عن عمر بن الخطاب وأبي هريرة وأبي سعيد رضي الله عنهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن صوم يوم الفطر ويوم الأضحى

Artinya : “Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua hari raya; Idul Fitri dan Idul Adha.(maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah).

2. Sebagai Penyempurna Kekurangan Puasa Ramadan

Melansir Kompas.com, Menurut Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam Faidah Seputar Puasa Syawal (2018), keutamaan Puasa Syawal yang kedua adalah fungsinya sebagai penyempurna kekurangan dalam puasa Ramadan. Seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dilakukan sebelum atau setelah shalat fardhu untuk menyempurnakan kekurangan dalam ibadah shalat wajib, Puasa Syawal berperan untuk menyempurnakan kekurangan yang ada dalam puasa Ramadan.

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid menjelaskan bahwa puasa Syawal bisa menjadi penyempurna bagi kekurangan yang terjadi dalam puasa fardhu Ramadan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ yang menyebutkan bahwa amal yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah shalat.

Jika shalatnya baik, maka amalannya akan diterima, tetapi jika ada kekurangan, Allah akan memerintahkan untuk melihat apakah ada amal sunnah yang bisa menyempurnakannya.

3. Tanda Diterimanya Ibadah Puasa

Menurut Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam 10 Masalah Fiqih Puasa Syawal (2022), puasa Syawal setelah Ramadan menjadi bukti bahwa Allah menerima puasa yang telah kita lakukan selama bulan Ramadan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis, Puasa Syawal merupakan tanda bahwa Allah memberikan taufiq kepada hamba-Nya untuk melakukan amalan baik setelah Ramadan.

4. Ungkapan Syukur dan Pengampunan Dosa

Selama bulan Ramadan, Allah membuka pintu ampunan-Nya yang sangat luas, dan berpuasa Syawal menjadi salah satu cara untuk menunjukkan rasa terima kasih atas pengampunan tersebut. Dengan melaksanakan Puasa Syawal, kita mengungkapkan syukur kita kepada Allah atas rahmat dan pengampunan-Nya. Selain itu, kita juga bisa mendekatkan diri kepada Allah melalui amalan sunnah ini.

Demikianlah keutamaan puasa Syawal 6 hari setelah Ramadan menurut hadis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.