TRIBUNMANADO.CO.ID - Walikota Manado Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang pasiar lebaran, Sabtu (21/3/2026).
Keduanya berkunjung ke rumah warga yang merayakan hari raya Idul Fitri.
Amatan Tribunmanado.co, keduanya mengenakan kopiah hitam.
Andrei mengenakan kemeja berwarna hijau.
Sedang Richard memakai batik berwarna dominan merah.
Kedatangan keduanya selalu disambut warga.
Keduanya menjabat tangan tuan rumah serta warga.
Kunjungan ditandai dengan makan bersama, bercengkrama dan di akhiri foto bersama.
Richard menuturkan, Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang mempererat silaturahmi.
"Dalam suasana penuh kebersamaan, melaksanakan safari Idul Fitri dengan berkunjung ke sejumlah rumah, bersilaturahmi langsung dan saling berbagi kebahagiaan di hari kemenangan," kata dia Minggu (22/3/2026).
Ungkap dia, kebersamaan adalah hal paling terasa dalam hari raya Idul Fitri Kota Manado dikenal sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia.
Penduduknya mayoritas beragama Kristen.
Tapi tradisi agama lainnya tetap hidup.
Bahkan tumbuh subur. Seperti agama Islam.
Di momen Idul Fitri, sejumlah tradisi umat Muslim mencuat dan dirayakan semua warga Manado.
Berikut tiga tradisi umat Muslim Manado saat lebaran.
Baca juga: Gempa Bumi Terkini di Banten Minggu 22 Maret 2026, Berikut Info BMKG Magnitudo dan Lokasi
1. Tradisi Iwadh
Kampung Arab Manado, provinsi Sulawesi Utara (Sulut) punya tradisi lebaran unik.
Namanya Iwadh. Iwadh merupakan tradisi unik yang dipercaya ada sejak awal kemerdekaan Indonesia.
Pada lebaran tahun 2026, Iwadh kembali digelar. Iwadh digelar pada hari kedua Idul Fitri.
Amatan Tribun manado, Minggu (22/3/2026), kampung Arab dipadati warga.
Kerumunan ada di mana mana. Warga kampung Arab berbaur dengan para tetamu.
Iwadh dilakukan dengan mengunjungi setiap rumah dengan musik hadroh.
Tuan rumah akan didoakan.
Setelah itu, pelaku Iwadh diajak makan.
Sebanyak ratusan rumah akan dikunjungi peserta Iwadh.
Makna Iwadh adalah saling berkunjung untuk silaturahmi dan saling memaafkan.
Iwadh selama ini jadi ajang silaturahmi antara turunan Arab di Manado.
Lebih jauh lagi, Iwadh menjadi ajang silatirahmi dengan pemerintah.
2. Tradisi Pesiar
Tradisi Pesiar berlangsung di semua rumah umat Muslim.
Tuan rumah menyiapkan hidangan pada para tamu.
Para tamu bukan hanya umat Muslim, tapi juga non Muslim.
Suasana penuh kehangatan serta persaudaraan.
Selain makan juga digelar nyanyi karaoke bersama.
Tradisi ini telah menyemai kerukunan antar umat beragama di kota Manado.
3. Lebaran Ketupat
Lebaran ketupat dilaksanakan pada sepekan setelah lebaran.
Tradisi ini digelar di wilayah yang mayoritas Muslim di Manado seperti Maasing dan Ketang Baru.
Dalam lebatan ketupat biasanya disajikan hidangan kepada warga yang berkunjung.\
Lebaran Ketupat merupakan tradisi unik umat muslim Jawa saat bulan Syawal
Masyarakat Jawa mempercayai Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan ketupat
Perayaan Lebaran Ketupat di Manado diperkirakan menghabiskan miliaran rupiah
Perayaan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak, remaja sampai orang tua. (Art)
(TribunManado.co.id/Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini