TRIBUNNEWS.COM - Situasi yang sedang terjadi di Manchester United tak hanya soal melanjutkan membangun skuad di musim depan.
Daftar pemain incaran boleh saja tertera memanjang di catatan para petinggi klub.
Namun ada satu hal yang juga tak luput dari perhatian INEOS soal klub yang mereka kendalikan saat ini.
Mereka tak mencoret misi mendapatkan pelatih baru untuk duduk di kursi panas Old Trafford musim depan.
Baca juga: Kompak Anomali Manchester United, Liverpool, dan Chelsea di Pekan 31 Liga Inggris
INEOS nampaknya belum tergoda memberikan kontrak permanen kepada Michael Carrick yang tampil bak penyelamat.
Carrick membawa Setan Merah yang sebelumnya terjebak di papan tengah kini bisa bersaing memperebutkan tiket Liga Champions.
Membawa rombongan Matheus Cunha dan kawan-kawan melesat ke papan atas ternyata tak menjadi jaminan.
Menurut Independent, MU mencoba mencari pelatih yang lebih senior dan berpengalaman di sepak bola Eropa.
Carrick bisa dibilang tak masuk kedua daftar tersebut.
Pengalaman melatih Carrick baru sebatas di Middlesbrough dan Manchester United.
Kedua tim itu juga belum pernah tampil di Eropa saat Carrick masuk ke jajaran tertinggi di antara para pelatih.
Ia memang pernah mendampingi Ole Gunnar Solskjaer saat itu.
Namun hal tersebut tetap tak masuk hitungan utama.
INEOS disebut punya target impian yang coba diwujudkan nantinya.
Pelatih yang menjadi incaran adalah Luis Enrique.
Pria yang saat ini menangani PSG itu dirasa menjadi sosok paling ideal untuk diajak membangun tim dari bawah.
Ia dikenal punya filosofi kuat dan tegas kepada para pemain.
Kedua faktor itu menjadi hal yang sangat besar dibutuhkan Manchester United saat ini.
Pasalnya kedua faktor itu sering tak timbul dari pelatih yang ditunjuk.
Kasus lainnya, para pelatih yang menerapkan ketegasan tinggi juga tak mendapatkan dukungan dari para petinggi.
Kini, di bawah INEOS, nampaknya pendekatannya mulai berbeda.
Sistem dari atas ke bawah mulai berjalan perlahan di skuad Manchester United.
Luis Enrique dijamin akan mendapatkan dukungan besar dari orang-orang Sir Jim Ratcliffe.
Demikian pula dengan Christopher Vivel dan koleganya di eksekutif klub yang siap bekerja sama.
Pengalaman luar biasa Enrique membangun skuad berisi pemain muda dan senior di Barcelona serta PSG menjadi godaan besar bagi Manchester United.
Masalah bagi Setan Merah adalah mencari cara mewujudkan rencana tersebut.
Situasi kontrak Enrique juga tak terlalu menguntungkan Manchester United.
Pelatih asal Spanyol itu masih terikat kontrak hingga Juni 2027 mendatang.
Durasi sisa satu tahun di kontrak tersebut akan mempengaruhi jalan yang akan ditempuh MU.
Menawarkan Carrick kontrak satu tahun barangkali dianggap hinaan oleh sang legenda hidup.
Ditambah lagi ia membuktikan diri bisa membawa skuad Manchester United berbicara lebih lantang di Inggris.
Namun saat mereka mencoba memberikan kontrak jangka panjang kepada Carrick, harapan menggoda Enrique bakal pupus.
PSG pastinya tak tinggal diam dengan situasi yang ada.
Les Parisiens bakal menawari perpanjangan kontrak kepadanya.
Enrique juga berjasa besar bagi PSG dengan memberikan trofi Liga Champions yang pertama bagi mereka.
Tantangan Manchester United menarik Enrique ke Old Trafford bakal besar.
Namun hal tersebut bukan tak mungkin terwujud di tengah iklim sepak bola modern.
(Tribunnews.com/Guruh)