TRIBUNNEWS.COM - Klasemen MotoGP 2026 menghadirkan perubahan besar setelah berakhirnya seri Brasil dengan dominasi yang ditunjukkan Aprilia, Senin (23/3/2026).
Aprilia Racing menunjukkan dominasi penuh lewat Marco Bezzecchi dan Jorge Martin yang finis di posisi dua terdepan di Sirkuit Goiania.
Bezzecchi finis sebagai yang tercepat di GP Brasil dan membuatnya melanjutkan tren kemenangan sejak akhir musim lalu di Portimao dan Valencia, lalu berlanjut di Buriram dan kini Goiania. Artinya ia mencatatkan empat kemenangan beruntun.
Kemenangan Bezzecchi di MotoGP Brasil 2026 tak hanya memperpanjang tren positifnya, tetapi juga mengantarkannya ke puncak klasemen dunia.
Bezzecchi kini mengoleksi 56 poin dan unggul 11 angka dari rekan setimnya, Jorge Martin, yang kembali naik podium setelah di Sprint Race mendapat podium ketiga.
Hasil tersebut membuat Aprilia untuk pertama kalinya musim ini menguasai dua posisi teratas klasemen, sekaligus menggeser Pedro Acosta ke posisi ketiga dengan 42 poin setelah hasil kurang maksimal.
Dominasi Aprilia di Brasil semakin terasa karena Bezzecchi memimpin balapan sejak awal hingga finis dengan selisih lebih dari tiga detik.
Performa konsisten ini menjadi kunci kebangkitannya, termasuk pemilihan ban yang tepat setelah sebelumnya tampil kurang maksimal di Sprint.
Baca juga: Hasil MotoGP Brasil 2026: Bezzecchi Menang Lagi, Marquez Gagal Podium, Martin Lengkapi Pesta Aprilia
Di belakang mereka, Fabio Di Giannantonio naik ke posisi keempat klasemen setelah merebut podium tiga di Brasil, sekaligus membuatnya menjadi penunggang Ducati terbaik saat ini.
Ia berhasil mengungguli juara bertahan Marc Marquez, yang kini berada di posisi kelima dan tertinggal 22 poin dari puncak.
Sementara itu, Ai Ogura dan Raul Fernandez melengkapi dominasi Aprilia di papan atas dengan menempati posisi enam dan tujuh.
Di sisi lain, duo Alex Marquez dan Fermin Aldeguer akhirnya meraih poin perdana musim ini, menandai kebangkitan tim Gresini.
Namun, tidak semua pembalap bernasib baik. Fabio Quartararo justru merosot ke posisi 16 setelah gagal meraih poin di balapan utama, meski sebelumnya tampil impresif di Sprint.
Sementara itu, Johann Zarco menjadi pembalap Honda terbaik di posisi ke-11.
Seri Brasil sendiri berlangsung penuh drama, mulai dari masalah lintasan hingga pemangkasan jumlah lap.
Meski demikian, Aprilia mampu memanfaatkan situasi dengan sempurna, mengirim pesan kuat bahwa mereka kini menjadi kekuatan utama dalam perebutan gelar MotoGP 2026.
| Pos | Perubahan | Rider | Negara | Team | Points | Perbedaan. |
| 1 | "1 | Marco Bezzecchi | ITA | Aprilia Racing (RS-GP26) | 56 | |
| 2 | "1 | Jorge Martin | SPA | Aprilia Racing (RS-GP26) | 45 | (-11) |
| 3 | ˅2 | Pedro Acosta | SPA | Red Bull KTM (RC16) | 42 | (-14) |
| 4 | "3 | Fabio di Giannantonio | ITA | Pertamina VR46 Ducati (GP26) | 37 | (-19) |
| 5 | "1 | Marc Marquez | SPA | Ducati Lenovo (GP26) | 34 | (-22) |
| 6 | ˅1 | Ai Ogura | JPN | Trackhouse Aprilia (RS-GP26) | 33 | (-23) |
| 7 | ˅3 | Raul Fernandez | SPA | Trackhouse Aprilia (RS-GP26) | 29 | (-27) |
| 8 | "7 | Alex Marquez | SPA | BK8 Gresini Ducati (GP26) | 13 | (-43) |
| 9 | ˅1 | Brad Binder | RSA | Red Bull KTM (RC16) | 13 | (-43) |
| 10 | = | Franco Morbidelli | ITA | Pertamina VR46 Ducati (GP25) | 12 | (-44) |
| 11 | "2 | Johann Zarco | FRA | Castrol Honda LCR (RC213V) | 12 | (-44) |
| 12 | = | Luca Marini | ITA | Honda HRC Castrol (RC213V) | 11 | (-45) |
| 13 | ˅4 | Francesco Bagnaia | ITA | Ducati Lenovo (GP26) | 10 | (-46) |
| 14 | NA | Fermin Aldeguer | SPA | BK8 Gresini Ducati (GP25) | 8 | (-48) |
| 15 | "1 | Diogo Moreira | BRA | Pro Honda LCR (RC213V)* | 6 | (-50) |
| 16 | ˅5 | Fabio Quartararo | FRA | Monster Yamaha (YZR-M1) | 6 | (-50) |
| 17 | ˅3 | Enea Bastianini | ITA | Red Bull KTM Tech3 (RC16) | 5 | (-51) |
| 18 | = | Alex Rins | SPA | Monster Yamaha (YZR-M1) | 3 | (-53) |
| 19 | ˅2 | Joan Mir | SPA | Honda HRC Castrol (RC213V) | 3 | (-53) |
"X Rider telah meningkatkan posisi kejuaraan X.
= Rider memiliki posisi juara yang sama dengan balapan sebelumnya.
˅X Rider telah menurunkan posisi kejuaraan X.
*Rookie
Baca juga: Marco Bezzecchi-Jorge Martin Ulangi Capaian Aprilia di Catalunya 2023 saat MotoGP Brasil 2026
Balapan MotoGP Brasil 2026 berlangsung penuh drama sejak sebelum start hingga finis, dipengaruhi berbagai masalah lintasan.
Setelah sebelumnya diguyur hujan dan muncul sinkhole, race utama akhirnya dipangkas dari 31 menjadi 23 lap karena degradasi aspal, membuat strategi dan pemilihan ban menjadi faktor krusial.
Saat start, Marco Bezzecchi langsung mengambil alih kendali balapan dengan start sempurna.
Ia segera membuka jarak dari rombongan, sementara duel sengit terjadi di belakang antara Fabio Di Giannantonio, Marc Marquez, dan Jorge Martin.
Insiden mulai bermunculan sejak awal, termasuk crash Jack Miller dan beberapa pembalap lain yang membuat balapan semakin tak menentu.
Memasuki fase tengah lomba, Bezzecchi tampil konsisten di depan dengan ritme terbaik.
Sementara itu, Martin memanfaatkan duel Di Giannantonio dan Marquez untuk naik ke posisi kedua dan menjauh.
Di belakang, persaingan memperebutkan posisi ketiga berlangsung ketat, dengan aksi saling salip dan kesalahan kecil yang sangat menentukan.
Balapan semakin panas di lap-lap akhir. Marquez sempat naik ke posisi ketiga setelah menyalip Di Giannantonio, namun kesalahan di tikungan membuatnya kembali kehilangan posisi.
Di sisi lain, Martin sempat melakukan kesalahan kecil yang membuat jaraknya dengan Bezzecchi melebar hingga tiga detik menjelang lap terakhir.
Pada akhirnya, Bezzecchi tak terkejar dan finis dominan untuk mengunci kemenangan keempat beruntun, diikuti Martin yang memastikan hasil 1-2 bagi Aprilia Racing.
Di Giannantonio melengkapi podium setelah menahan tekanan Marquez, yang harus puas di posisi keempat.
Secara keseluruhan, seri Brasil menjadi kombinasi antara chaos dan kualitas: lintasan bermasalah, banyak crash, duel intens, hingga dominasi Aprilia.
Balapan ini sekaligus menjadi titik balik penting dalam perebutan gelar, dengan Aprilia tampil sebagai kekuatan utama musim ini.
(Tribunnews.com/Tio)