Iran Ancam Balas Serang Fasilitas Energi Teluk Jika Donald Trump Serang Pembangkit Listrik Teheran
Rustam Aji March 23, 2026 09:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Pemerintah Iran mengeluarkan ancaman akan menghancurkan lokasi energi dan infrastruktur minyak di seluruh kawasan Negara Teluk, Minggu (22/3/2026).

Langkah ini merupakan respons langsung atas gertakan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan membombardir pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam waktu 48 jam.

Peringatan keras tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk agresi terhadap infrastruktur vital negaranya akan dibalas dengan kehancuran permanen pada fasilitas energi di seluruh wilayah regional.

“Segera setelah pembangkit listrik dan infrastruktur di negara kita menjadi sasaran, infrastruktur vital serta infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai sasaran yang sah dan akan dihancurkan secara permanen,” tegas Ghalibaf melalui unggahan di platform X, dikutip dari Al Jazeera.

Baca juga: Sinyal Bahaya dari Teheran: Rudal Iran Tembus Jarak 4.000 Km Sasar Pangkalan AS Diego Garcia

Ancaman terhadap Pasokan Minyak Dunia

Krisis ini diperkirakan akan memicu lonjakan harga minyak dunia dalam jangka panjang, memperburuk kondisi ekonomi global yang sudah terpukul sejak penutupan efektif Selat Hormuz pada akhir Februari lalu.

Penutupan jalur pelayaran utama tersebut telah memicu krisis minyak global 2026 yang disebut-sebut sebagai yang terburuk sejak era 1970-an.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa blokade di Selat Hormuz sebenarnya tidak berlaku total, melainkan hanya menyasar pihak yang dianggap melanggar kedaulatan mereka.

"Jalur air tersebut terbuka untuk semua, kecuali bagi mereka yang melanggar wilayah kami. Ancaman dan teror hanya akan memperkuat persatuan bangsa kami," ujar Pezeshkian.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga memberikan peringatan senada.

Mereka memastikan akan menutup total Selat Hormuz dan menghancurkan perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan saham AS jika Washington merealisasikan ancamannya terhadap fasilitas energi di Negara Teluk maupun Iran.

Baca juga: Puluhan Tahun di Jalan Vihara, Ratusan Pedagang Pasar Wage Purwokerto Akhirnya Legawa Ditata

Eskalasi Militer Meluas

Situasi di lapangan menunjukkan perang telah memasuki minggu keempat dan bergerak ke arah yang sangat berbahaya. Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan pesawat tak berawak (drone) dan rudal yang menyasar aset militer AS di Israel, Yordania, dan Irak.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan aliansi global untuk bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Berbicara dari kota Arad, Israel selatan, Minggu (22/3), Netanyahu menuding Iran memiliki kemampuan untuk menyerang target jarak jauh hingga ke daratan Eropa.

Dunia kini menanti berakhirnya tenggat waktu 48 jam yang diberikan oleh Donald Trump, di tengah kekhawatiran bahwa kehancuran infrastruktur minyak Timur Tengah akan membawa ekonomi global ke jurang resesi yang dalam. (ahmad naufal/kps)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.