TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Setelah puluhan tahun menggantungkan hidup dengan berjualan di area trotoar dan bahu jalan, ratusan pedagang di kawasan Jalan Vihara akhirnya sepakat mendukung program penataan Pasar Wage Purwokerto.
Sebanyak 244 pedagang memilih jalur damai dan bersedia direlokasi setelah adanya pendekatan humanis dari pemerintah setempat.
Kesepakatan ini menjadi titik balik penting, mengingat para pedagang sebelumnya sempat merasa khawatir akan adanya penggusuran yang mengancam sumber penghidupan mereka.
Namun, kepastian mengenai tempat relokasi yang disediakan secara gratis tanpa pungutan biaya menjadi faktor utama yang melunakkan sikap para pedagang.
"Awalnya kami kaget dan sempat ingin melawan karena ini menyangkut urusan perut. Tapi setelah ada pendekatan yang baik dan humanis, kami sadar bahwa lokasi ini milik pemerintah. Kami harus menjadi warga negara yang baik," ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pagi Pasar Wage Purwokerto (P4WP), Nada Pratikno, saat ditemui di lokasi relokasi, Minggu (22/3/2026) malam.
Penataan Bertahap Usai Lebaran
Proses penataan Pasar Wage Purwokerto ini dilakukan dengan jadwal yang telah disepakati bersama.
Meski area Jalan Vihara harus sudah kosong per tanggal 22 Maret pukul 00.00 WIB, penataan fisik secara menyeluruh direncanakan akan dilakukan setelah hari raya Idulfitri agar tidak mengganggu momentum puncak perdagangan masyarakat.
Baca juga: Bupati Sadewo Ingin Kembalikan Marwah Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Bertahap
Nada menambahkan, para pedagang kini telah mulai membersihkan lapak mereka secara mandiri sebagai bentuk komitmen. Ia juga mengimbau rekan-rekan sesama pedagang untuk tetap tertib di lokasi baru dan tidak kembali berjualan di luar area yang telah ditentukan.
"Tempat sudah disediakan gratis oleh pemerintah. Kami berharap perhatian ini berlanjut agar aktivitas pasar ke depan jauh lebih lancar," tambahnya.
Solidaritas Pedagang Melebur Jadi Satu
Senada dengan Nada, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), Muhammad Toha, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang dinilai lebih mendengarkan aspirasi pedagang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Toha, yang sudah berjualan selama 50 tahun di Pasar Wage, menyebut momentum ini sebagai babak baru persatuan pedagang.
"Sekarang tidak ada lagi sekat P3W atau P4WP, semuanya melebur menjadi satu, yaitu pedagang Pasar Wage. Kami melihat perhatian dari kepala dinas dan kabid pasar sangat besar kali ini," tegas Toha.
Ia menilai pemilihan waktu relokasi sangat tepat karena dilakukan menjelang akhir Ramadan, sehingga transisi aktivitas perdagangan bisa berjalan lebih efektif.
Baca juga: Perjuangan 25 Tahun, Pedagang Jalan Vihara Direlokasi Kembali Masuk Pasar Wage Purwokerto
Diperkirakan terdapat 770 hingga 2.000 pedagang yang akan terdampak positif dari wajah baru penataan Pasar Wage Purwokerto di kawasan Jalan Jenderal Soedirman ini.
Melalui penataan ini, diharapkan kawasan pusat ekonomi di Purwokerto tersebut menjadi lebih rapi, nyaman bagi pembeli, namun tetap menjamin keberlangsungan ekonomi para pedagang kecil. (jti)