TRIBUNHEALTH.COM – Protein punya peran penting bagi tubuh, mulai dari membangun otot, menjaga metabolisme, hingga mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Namun, manfaat itu tidak akan terasa maksimal jika tubuh tidak mampu menyerap protein dengan baik.
Banyak orang sudah merasa cukup dengan mengonsumsi makanan tinggi protein.
Padahal, proses penyerapan di dalam tubuh juga sangat menentukan.
Jika sistem pencernaan tidak bekerja optimal, protein yang masuk bisa saja tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Kesehatan usus menjadi kunci utama dalam proses ini.
Di sinilah protein dipecah menjadi asam amino agar bisa digunakan tubuh untuk energi, perbaikan sel, hingga menjaga keseimbangan fungsi tubuh.
“Pencernaan yang baik adalah kunci untuk mendapatkan manfaat ini,” jelas Karishma Chawla.
“Asam lambung dan enzim sangat penting untuk memecah protein dari makanan seperti telur, ayam, paneer, dan kacang-kacangan.”
“Jika kadar asam lambung rendah, protein mungkin tidak dapat dipecah secara efisien. Seiring waktu, pencernaan yang buruk dapat menyebabkan kelelahan, pemulihan otot yang lambat, dan bahkan kekurangan nutrisi,” lanjutnya.
Ada beberapa sinyal yang sering muncul saat tubuh kesulitan menyerap protein.
Gejalanya kadang dianggap sepele, padahal bisa berdampak jangka panjang.
Agar manfaat protein benar-benar terasa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Daripada makan protein dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik dibagi.
Idealnya sekitar 20–30 gram setiap 3–4 jam agar tubuh lebih mudah mencerna dan menyerapnya.
Protein hewani seperti telur, ayam, ikan, dan daging tanpa lemak umumnya lebih mudah diserap.
Sementara protein nabati seperti lentil, tahu, quinoa, dan biji-bijian tetap baik, asalkan dikombinasikan dengan tepat.
Proses sederhana ini sering diabaikan. Padahal, mengunyah dengan benar membantu kerja enzim pencernaan sehingga protein lebih mudah diolah tubuh.
Yogurt, kefir, dan makanan fermentasi bisa membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Ini penting untuk mendukung penyerapan nutrisi, termasuk protein.
Buah seperti pepaya dan nanas mengandung enzim papain dan bromelain yang membantu memecah protein, sehingga lebih mudah diserap.
Jika ingin menambah konsumsi protein, lakukan perlahan. Perubahan mendadak justru bisa membebani sistem pencernaan.
Pada akhirnya, bukan hanya soal seberapa banyak protein yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana tubuh memprosesnya.
Dengan pola makan yang tepat dan pencernaan yang sehat, manfaat protein bisa dirasakan lebih maksimal untuk menunjang kesehatan tubuh secara keseluruhan. (*)