Isi Bingkisan Open House Istana untuk Warga, Interaksi Langsung dengan Presiden Dibatasi
Ignatia Andra March 23, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Souvenir di dalam bingkisan yang dibagikan pihak Istana Negara terhadap warga yang hadir akhirnya diketahui.

Momen Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat melalui gelar griya atau open house di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).

Sejak pagi hari, ribuan warga telah memadati area sekitar Istana dengan harapan dapat bertemu langsung dengan kepala negara.

Antusiasme tersebut terlihat dari antrean panjang yang mulai terbentuk bahkan sebelum acara resmi dibuka.

Tepat pukul 12.00 WIB, pintu Istana mulai dibuka dan masyarakat secara bertahap dipersilakan masuk ke dalam kompleks.

Diperkirakan sekitar 5.000 warga menghadiri kegiatan tahunan tersebut.

Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari keluarga, pelajar, hingga pekerja, yang ingin merasakan suasana Lebaran di lingkungan Istana sekaligus bertemu Presiden secara langsung.

Namun, tingginya jumlah pengunjung membuat tidak semua warga memiliki kesempatan untuk bersalaman dengan Presiden.

Interaksi langsung dengan Prabowo dibatasi

Keterbatasan kapasitas ruangan menjadi faktor utama yang membatasi interaksi langsung antara masyarakat dan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, pihak Istana memastikan seluruh masyarakat yang telah masuk ke dalam area tetap mendapatkan perhatian.

Setiap pengunjung menerima bingkisan yang telah disiapkan, berisi berbagai kebutuhan sehari-hari seperti mie instan, teh celup, susu, hingga gula.

Tidak hanya itu, pengunjung juga memperoleh tas suvenir berisi payung serta aneka kue kering khas Lebaran.

Baca juga: Alasan Prabowo sudah Kunjungi 26 Negara selama Menjabat Jadi Presiden RI

Pemberian ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di hari yang penuh kemenangan.

Tradisi open house di Istana Kepresidenan sendiri telah lama menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri di Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemimpin negara dan rakyat, tetapi juga mencerminkan nilai kedekatan serta keterbukaan pemerintah kepada publik.

Di tengah suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, acara ini sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk merasakan langsung atmosfer Istana yang biasanya tertutup bagi umum.

Bagi sebagian warga, kesempatan ini menjadi pengalaman langka yang sarat makna dalam merayakan hari raya.

Bingkisan dari Khofifah

Di Jawa Timur sendiri, Gubernur Khofifah juga berbagi bingkisan open house terhadap warga.

Riyayan bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak, berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (21/3/2026). 

Ribuan warga dari berbagai elemen dan latar belakang tampak semangat dan antusias mengikuti riyayan acara Khofifah.

Baca juga: Pesan Lebaran Gubernur Khofifah untuk Jaga Perdamaian, Mengaku Telah Ikhtiar Sejahterakan Masyarakat

Masyarakat dari segala usia rela antre demi bisa bersapa dan bersalaman langsung dengan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil di 1 Syawal Hari Raya Idulfitri 1447 H. 

Tak ada sekat, kedatangan mereka disambung hangat oleh Gubernur Khofifah yang tampak didampingi sang putra, Jalaluddin Mannagalli, dan juga Wagub Emil yang didampingi Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin. 

"Alhamdulillah, monggo yang hadir dahar dulu nggeh. Ini banyak kuliner, wes pokoknya datang, salaman, makan," kata Khofifah.

Tak hanya itu, kedatangan masyarakat yang riyayan ke Khofifah juga disambut dengan aneka kuliner.

Mulai soto ayam, soto daging, nasi goreng, dan juga bakso dari pedagang kaki lima dan juga UMKM sekitar Grahadi. 

Riyayan semacam ini, disebut Gubernur Khofifah penting, terutama di tengah geopolitik yang terjadi di tingkat global.

Sehingga, dibutuhkan solidaritas antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.

Kebahagiaan yang dibagi bersama warga di momen Lebaran juga diwujudkan Khofifah dengan memberikan paket sembako pada setiap masyarakat yang datang.

Paket sembako yang diberikan berisikan 2 kilo beras, biskuit gabin, serta 3 mie instan.

Animo masyarakat sangat tinggi menyambut riyayan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Salah satu pengunjung, Siti Aminah, datang tanpa mengenakan alas kaki dengan tetap menunjukkan semangat.

"Saya dari Surabaya, dan saya ke sini setiap tahun. Alhamdulillah, acara ini sangat membantu sekali. Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Khofifah," ujarnya.

Apresiasi yang sama dikemukakan pengemudi ojek online, Ahmad Fajar, yang datang bersama dua anaknya.

Ia mengaku baru pertama kali mengikuti acara riyayan bersama Khofifah, sehingga dirinya bersemangat datang bersama keluarga.

"Kami ojol selalu diperhatikan, jadi dapat info ini dari teman-teman yang juga datang. Senang sekali, alhamdulillah bertemu Bu Gubernur. Saya dapat sembako untuk kebutuhan rumah tangga. Anak-anak saya juga diberi THR. Mudah-mudahan Bu Gubernur sehat selalu," harap Fajar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.