TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembunuhan disertai mutilasi Kembali jadi sorotan.
Dua buah karung berisikan potongan tubuh manusia ditemukan di Gang Nawasari, Kota Samarinda, Sabtu (21/3/2026) kemarin.
Polisi yang mendapat laporan pun langsung melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Keduanya berinisial J (52) dan R (56), yang kini telah ditetapkan jadi tersangka.
Keduanya diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan terhadap korban yang berinisial S (35).
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar menceritakan, ternyata kasus ini terindikasi adanya perencanaan.
Mengutip TribunKaltim.co, kedua tersangka disebut sudah merencanakan aksi pembunuhan sejak Januari 2026 lalu.
"Diketahui sejak Januari 2026 kedua pelaku sudah merencanakan dan melakukan survei tempat pembuangan setelah korban dieksekusi," ujar Hendri, Minggu (22/3/2026).
Tidak hanya merencanakan pembunuhan, keduanya juga telah melakukan survei lokasi pembuangan jasad korban untuk menghilangkan jejak.
Pembunuhan berencana melanggar Pasal 459 KUHP baru dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Baca juga: Kronologi Wanita Dimutilasi Suami dan Mak Comblang di Samarinda, Jasad Dibuang Saat Malam Lebaran
Terkait motif, Hendri menuturkan bahwa tersangka mengaku sakit hati hingga muncul aksi balas dendam.
Meski begitu, pihak kepolisian masih tetap melakukan pendalaman terkait motif pembunuhan disertai mutilasi ini.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum tentu benar dan tetap menunggu hasil resmi dari penyidikan,” pungkasnya.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri menuturkan, tubuh korban dipotong menjadi tujuh bagian.
"Ada tujuh potongan tubuh. Kepala ditemukan utuh bersama tubuh bagian atas, dan dua kaki, dua tangan, paha, dan badan terpisah," ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Sabtu (21/03/2026).
Ia menuturkan, potongan tubuh korban tersebut ditemukan terpisah.
Diduga, potongan tubuh korban dibuang terpisah untuk menghilangkan jejak karena Kawasan ditemukannya korban merupakan wilayah yang jarang ada orang melintas.
Gang Nawangsari merupakan gang dengan satu akses keluar masuk atau jalan buntu.
Meski begitu, tak ada warga sekitar yang melihat adanya aktivitas mencurigakan.
Korban, ujarnya, ditemukan dalam dua karung pembungkus berbeda dan langung diperiksa oleh tim forensic di RSUD ABdul Wahab Sjahranie.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunKaltim.co, Gregorius Agung Salmon)