TRIBUNNEWS.COM - Penggugat ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, menyoroti gelar Dr. Eng. milik Rismon Sianipar di tengah isu dugaan ijazah S2 dan S3 palsu kepunyaan Rismon dari Universitas Yamaguchi, Jepang.
Menurut Roy Suryo, gelar Doctor of Engineering atau disingkat Dr. Eng. milik Rismon Sianipar tidak lazim digunakan di Jepang.
Rismon diketahui memiliki gelar tersebut yang ia dapatkan dari Universitas Yamaguchi Jepang, tetapi kini sedang menjadi sorotan publik karena diduga ijazahnya palsu.
Rismon Sianipar juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dengan kasus dugaan ijazah S2 dan S3 palsu dari Universitas Yamaguchi.
Roy Suryo mengatakan dalam buku Jokowi's White Paper gelar pada nama Rismon Sianipar tertulis Dr. Eng.
Pakar telematika itu mengaku awalnya sudah cukup bingung dengan gelar Dr. Eng. Rismon.
Roy menilai gelar tersebut lazimnya didapatkan dari perguruan tinggi di Jerman seperti gelar yang didapatkan oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie hingga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro.
Baca juga: Adu Riwayat Pendidikan Rismon Sianipar dan Roy Suryo, Alumni S2 UGM Beda Jalur soal Ijazah Jokowi
"Saya pun waktu itu juga sempat agak bertanya dikit gitu karena Dr. Eng. itu enggak lazim untuk gelar di Jepang. Biasanya Jerman. Kita ingat dulu zaman Pak Habibie, Pak Wardiman itu kan Eng. Nah itu memang Jerman. Jarang Jepang menggunakan itu," kata Roy Suryo, dikutip Tribunnews dari tayangan di kanal YouTube Nusantara TV pada Senin (23/3/2026).
"Tapi saya waktu itu bilang, mungkin saja ada kelas internasional yang begitu dan orang mungkin bisa memilih antara PhD atau Dr. Eng. atau doktor saja," lanjutnya.
Lebih lanjut, Roy Suryo awalnya tidak ingin percaya begitu saja dengan isu ijazah palsu Rismon Sianipar.
Namun, setelah laporan dari kubu Ketua Jokowi Mania, Andi Azwan, terkait dugaan ijazah palsu Rismon diterima oleh Polda Metro Jaya, Roy Suryo tidak ingin membela Rismon lebih jauh.
"Ketika kemudian ada indikasi pendidikan dia (Rismon) di Universitas Yamaguchi dikatakan tidak benar, kemudian ada kelompok yang mempersoalkan itu, saya tadinya tidak mau percaya begitu saja," ujar Roy Suryo.
"Sampai ketika akhirnya kelompok ini mendaftarkan gugatan atau melaporkan di Polda Metro Jaya. Sudah diterima, sudah jadi LP," imbuhnya.
Bahkan, Roy Suryo menyebut bahwa penyidik dari Polda Metro Jaya sudah berangkat ke Universitas Yamaguchi Jepang untuk menelusuri kasus dugaan ijazah palsu Rismon Sianipar ini.
Artinya, kata Roy Suryo, Rismon Sianipar dihadapkan dengan kasus yang serius.
"Ketika kemudian laporannya diterima, ada petugas Polda Metro yang saya dengar berangkat juga ke Yamaguchi," ujar Roy.
Sebelumnya, Andi Azwan dan sejumlah pihak dari Peradi Bersatu melaporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya, Jumat (13/2/2026).
Pelapor, Taufik Bilhaki, menuding ijazah magister (S2) dan doktoral (S3) milik Rismon yang diterbitkan oleh Universitas Yamaguchi adalah palsu.
Kubu Andi Azwan menyebut polisi telah menerima dan siap melanjutkan proses penyelidikan terkait dugaan pemalsuan ijazah oleh Rismon Sianipar ini.
Andi Azwan cs juga telah menyerahkan sejumlah bukti elektronik dan juga keterangan dari Yamaguchi University Jepang.
Penggugat dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini dilaporkan atas beberapa pasal.
Di antaranya dugaan pemalsuan surat dan dokumen berdasarkan KUHP baru serta dugaan penggunaan ijazah palsu berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Jokowi terkait dugaan kasus ijazah palsu S2 dan S3 di Universitas Yamaguchi Jepang.
Hubungan Roy Suryo dengan Rismon Sianipar menjadi renggang setelah ahli digital forensik ini berubah sikap dan menyatakan ijazah Jokowi asli.
Bahkan, Rismon Sianipar telah meminta maaf kepada Jokowi dan mengajukan permohonan restorative justice (RJ) saat datang di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026).
Setelah peristiwa tersebut, Roy Suryo menegaskan bahwa dirinya tidak akan membela Rismon Sianipar yang tengah dilaporkan ke polisi terkait dugaan ijazah palsu.
Di sisi lain, Roy Suryo juga tidak akan melontarkan kritikan terhadap dugaan ijazah palsu milik Rismon Sianipar itu.
"Karena memang dia (Rismon) itu tadinya kan menunjukkan kalau dia doktor, ya sudah selama ini kita percaya," kata Roy Suryo, dikutip dari tayangan di kanal YouTube iNews, Jumat (20/3/2026).
Roy Suryo juga tidak mempermasalahkan kubu Jokowi yang saat ini sedang berada di Jepang untuk mengusut dugaan ijazah palsu Rismon Sianipar di Universitas Yamaguchi.
"Kalau halnya sekarang ada beberapa Termul lagi ada di Yamaguchi dan kemudian menelisik itu terserah," tuturnya.
Roy Suryo meminta Rismon Sianipar mempertanggungjawabkan laporan yang menimpa dirinya itu.
"Makanya itu pertanggungjawabkan, Mon, terhadap mereka. Saya tidak akan membahas itu. Saya tidak akan membela, tidak akan menyerang Anda," ujar Roy Suryo.
"Silakan Anda serang balik tiga Termul itu. Karena Anda jelas-jelas betul sebelumnya menyerang betul nama Josua Sinambela, Ronny Teguh itu," tegasnya.
Ketua Jokowi Mania, Andi Azwan, menyebut bahwa pihak dari Universitas Yamaguchi tidak mengenal Rismon Sianipar sebagai lulusan kampus yang berada di Jepang tersebut.
Babak baru dugaan ijazah palsu S2 dan S3 Universitas Yamaguchi Jepang milik Rismon Sianipar muncul sebelum Rismon mengajukan restorative justice terkait kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Tak lama setelah dilaporkan oleh Andi Azwan cs ke Polda Metro Jaya terkait dugaan ijazah palsu, Rismon Sianipar mengajukan RJ dan meminta maaf secara langsung kepada Jokowi.
Andi Azwan sudah menduga ijazah S2 dan S3 milik Rismon Sianipar palsu sejak 7 bulan yang lalu.
Menurut Andi Azwan, Rismon Sianipar tidak bisa berbicara bahasa Jepang saat ia tes, sehingga hal tersebut menjadi janggal karena Rismon mengaku sebagai lulusan universitas di Jepang.
"Apalagi ketika saya melihat ijazah yang dia punya kemudian dia upload di Balige Academy itu, saya katakan ini dugaan saya, saya tidak langsung katakan palsu, dugaan saya ini (ijazah Rismon Sianipar) tidak benar dan ini palsu," kata Andi, dikutip dari tayangan di kanal YouTube tvOneNews, Selasa (17/3/2026).
"Karena itu sangat berbeda sekali dengan ijazah yang asli itu. Sebenarnya saya bawa contohnya, saya bisa tunjukkan juga untuk itu," imbuhnya.
Andi Azwan berujar saat ini rekan-rekannya telah pergi ke Jepang untuk mencari informasi terkait Rismon Sianipar di Universitas Yamaguchi.
Bahkan, Andi mengatakan bahwa pihak Universitas Yamaguchi tidak mengenal Rismon Sianipar sebagai lulusan kampus tersebut.
"Kebetulan sekarang teman-teman kami itu ada ada di Jepang, langsung mengecek dengan Universitas Yamaguchi dan ter-confirm," ujarnya.
"Kita sudah berkorespondensi dengan pihak Universitas Yamaguchi dan mendapatkan informasi email balik juga, semua tidak mengenal yang namanya Rismon Hasiholan Sianipar sebagai graduate dari Yamaguchi University," jelasnya.
Andi menilai selama hampir 1 tahun Rismon Sianipar sudah memfitnah Jokowi.
Dengan adanya permohonan restorative justice dan meminta maaf kepada Jokowi, Rismon kini sudah tidak garang lagi.
"Karena apa? Karena dia merasa bahwasanya apa yang dia lakukan adalah salah. Makanya dia minta RJ untuk itu," tuturnya.
Lebih lanjut, Andi Azwan berpendapat bahwa laporannya tersebut kemungkinan menjadi salah satu alasan Rismon meminta maaf kepada Jokowi dan menyatakan ijazah Jokowi asli.
"Selain dari kata hati nurani dia yang merasa bersalah, itulah juga trigger-nya yang kemungkinan akhirnya dia berpikir 'saya lebih baik meminta RJ kepada Pak Jokowi," ucapnya.
Andi mengaku tidak masalah jika Jokowi menyetujui adanya restorative justice tersebut.
Namun, ia berpesan tetap masih ada kasus kriminal dugaan ijazah S2 dan S3 palsu milik Rismon.
"Ada dua case yang masih tertinggal dengan Rismon itu. Satu adalah casenya ijazah S2 dan S3 yang diduga palsu itu di Yamaguchi," ucap pungkasnya.
(Tribunnews.com/Rakli)