Tata Cara Puasa Syawal Sesuai Sunnah, Berikut Bacaan Niat Lengkap dengan Artinya
Vega Dhini March 23, 2026 02:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H/2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 lalu.

Kini, umat muslim memasuki hari ketiga di bulan Syawal 1447 H/2026.

Memasuki bulan Syawal, terdapat amalan sunnah yang bisa dikerjakan yaitu puasa Syawal.

Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah berakhirnya Ramadan dan dirayakannya Idul Fitri.

Ibadah ini dilakukan pada bulan Syawal dan memiliki keutamaan yang besar dalam ajaran Islam, terutama sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan yang telah dijalani selama satu bulan penuh.

Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan kebersamaan dan berbagai hidangan khas, puasa Syawal menjadi bentuk komitmen seorang muslim untuk tetap menjaga kedisiplinan ibadah serta memperkuat spiritualitas setelah Ramadan.

Bagi yang hendak melaksanakan puasa Syawal, berikut ini bacaan niat dan tata cara puasa Syawal yang bisa dilafalkan seperti dikutip dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional.

"Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min Syawwaal sunnatan lillaahi ta'aala."

Artinya: Saya niat puasa besok dari enam hari di bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala.

Tata Cara Puasa Syawal Sesuai Sunnah

Untuk mendapatkan pahala maksimal, penting bagi umat Islam memahami tata cara melaksanakan niat puasa Syawal sesuai tuntunan Rasulullah.

Meski hukumnya sunnah, puasa Syawal tetap harus dilakukan dengan adab dan tata cara sebagaimana puasa lainnya dalam Islam.

Langkah pertama tentu adalah menetapkan niat puasa Syawal setiap malam atau sebelum tergelincir matahari, seperti telah dijelaskan sebelumnya.

Tanpa niat yang benar, ibadah puasa tidak akan sah di sisi Allah SWT. Maka dari itu, niat menjadi fondasi utama.

Langkah kedua adalah memastikan bahwa seseorang telah menyelesaikan kewajiban puasa Ramadan secara penuh, termasuk mengqadha jika ada puasa yang tertinggal karena uzur.

Ulama berbeda pendapat, tetapi sebagian besar menyarankan agar qadha Ramadan diselesaikan terlebih dahulu sebelum memulai niat puasa Syawal.

Selama melaksanakan puasa Syawal, menjaga adab seperti menghindari ghibah, perkataan kotor, dan hal-hal yang membatalkan puasa sangat dianjurkan.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu dan menjaga lisan serta perbuatan agar tidak melanggar syariat.

Membiasakan diri untuk melafalkan niat puasa Syawal dengan penuh keikhlasan dan menghadirkan rasa cinta kepada sunnah Rasulullah dapat memperkuat semangat dalam mengamalkannya.

Karena amalan sunnah yang dilakukan secara konsisten akan menjadi pembuka keberkahan hidup dan memperkuat iman.

Menjaga konsistensi selama enam hari juga merupakan tantangan tersendiri.

Maka, menetapkan jadwal pribadi untuk niat puasa Syawal di awal bulan bisa menjadi solusi agar tidak terlewat.

Misalnya dengan memilih hari Senin dan Kamis secara berturut-turut atau menyelingi hari-hari kosong dengan ibadah lain yang mendukung spiritualitas.

Hikmah Puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki berbagai hikmah yang bermanfaat bagi kehidupan seorang muslim.

Salah satunya adalah melatih konsistensi dalam beribadah setelah Ramadan.

Ibadah ini mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, tetapi harus dijaga sepanjang waktu.

Selain itu, puasa Syawal juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan selama Ramadan.

Dengan melanjutkan ibadah di bulan Syawal, seseorang menunjukkan kesungguhan dalam mempertahankan nilai-nilai kebaikan.

Dari sisi sosial, puasa Syawal juga mengajarkan kesederhanaan di tengah suasana Lebaran yang identik dengan kemewahan.

Hal ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual.

Baca juga: Zaskia Adya Mecca Bersyukur Bisa Gelar Sholat Idul Fitri 2026, Ungkap Terima Kasih untuk Keluarga

Baca juga: Bunga Citra Lestari Rayakan Lebaran 2026 Bareng Keluarga, Sempatkan Ziarah ke Makam Ashraf Sinclair

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.