USAI Disentil Prabowo, Gubernur Kaltim Minta Maaf Soal Mobil Dinas Rp8,5 Miliar
Angel aginta sembiring March 23, 2026 04:09 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Usai disentil Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Kaltim Rudy Masud minta maaf soal mobil dinas seharga Rp8,5 miliar.

Adapun Gubernur Kaltim Rudy Masud angkat bicara usai disinggung Prabowo Subianto.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud akhirnya angkat bicara usai disinggung Presiden Prabowo Subianto terkait pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp 8,5 miliar di tengah dorongan efisiensi anggaran.

Pernyataan Presiden sebelumnya disampaikan dalam sebuah wawancara bersama sejumlah ahli dan memicu perbincangan luas di media sosial.

Rudy Masud pilih meminta maaf kepada Presiden Prabowo dan jajaran pemerintah lain serta beri peringatan kepada kepala daerah.

Ditemui usai shalat Idul Fitri di Masjid Islamic Center Samarinda, Sabtu (21/3/2026), Rudy merespons sentilan tersebut.

Baca juga: Tak Lihat Palang, Sebuah Mobil Terjun Bebas dari Jembatan Porsea

Ia menyampaikan apresiasi atas teguran terbuka dari Kepala Negara.

"Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk mengingatkan semuanya.

Tetapi berkaitan dengan statement Bapak Presiden, tentunya mengingatkan kepada semua kepala daerah di seluruh Indonesia bahwa presensi sangat menjadi penting," ujar Rudy kepada Kompas.com pada Sabtu (21/3/2026).

Rudy menegaskan, polemik pengadaan mobil dinas jenis Range Rover itu sebenarnya telah diselesaikan.

Ia menyebutkan, proses pembatalan hingga pengembalian kendaraan telah dilakukan sejak awal Maret 2026, lengkap dengan penyelesaian administrasi.

Baca juga: TAK Kapok Dipenjara Tiga Kali, Maling di Surabaya Nekat Curi Helm di Minimarket Demi Judi

"Alhamdulillah tanggal 2 Maret sebenarnya, Kami sudah mengumumkan modul-modul dan administrasinya sudah selesai di tangan sini semuanya.

Sekarang kan sudah tanggal 21 ya, administrasi kelarnya tanggal 11 Maret," jelasnya.

Menurut dia, langkah tersebut juga telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri.

"Sudah kita sampaikan juga dengan Pak Mendagri dan Wamen Mendagri, kita sudah sampaikan bahwa kendaraan dinas sudah kita kembalikan," tambah Rudy.

Dalam kesempatan yang sama, Rudy turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kalimantan Timur, atas polemik yang sempat berkembang.

Ia menegaskan terbuka terhadap kritik dan siap dikawal dalam pengambilan kebijakan ke depan.

"Kami mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan, kami sangat mendengarkan seluruh kritik, saran. Kami sangat menerima kritik dan saran itu.

 Tolong kami untuk bisa dikawal, kita bersama-sama membangun Kalimantan Timur," tuturnya.

Baca juga: Setelah Gus Yaqut Seluruh Tahanan Kasus Korupsi KPK Akan Minta Ditahan di Rumah

Rudy memastikan anggaran miliaran rupiah yang semula dialokasikan untuk kendaraan dinas akan dialihkan ke sektor yang lebih prioritas, terutama untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM).

Fokus penggunaan anggaran mencakup pendidikan, kesehatan, perbaikan infrastruktur, hingga kegiatan sosial.

Sementara itu, untuk menunjang aktivitas kedinasan, ia mengaku tetap dapat bekerja tanpa mobil dinas baru.

"Kita menggunakan mobil pribadi ya, yang ada ya. Mobil-mobil ke lapangan. Aman, tidak ada masalah," tegasnya sebelum menutup sesi wawancara dan melanjutkan kegiatan.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunjatim

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.