TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Jasad Iwan (30), pengemudi speedboat yang hilang usai tersedot pusaran air di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya ditemukan, Senin (23/3/2026).
Jasadnya ditemukan mengapung di aliran Sungai Ogan, wilayah Desa Sejangko, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir.
Keberadaan jasad yang mengapung di sungai pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zahirin, mengatakan bahwa saksi mata yang melihat jenazah tersebut berinisiatif terjun ke sungai untuk melakukan evakuasi.
"Jenazah lalu diseret ke tepi sungai. Sekarang sudah dibawa ke puskesmas," kata Zahirin.
Dari hasil pemeriksaan fisik, tidak ditemukan adanya bekas luka akibat kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga juga telah memastikan bahwa jasad tersebut adalah Iwan yang hanyut di sungai sejak Sabtu (21/3/2026) petang.
"Dipastikan jasad tersebut merupakan Iwan, pengemudi speedboat yang kendaraannya masuk ke pusaran air di daerah Pedamaran dua hari lalu," terang Zahirin.
Baca juga: Breaking News : Speedboat Tersedot Pusaran Air di Pedamaran OKI, Satu Korban Hilang
Jasad Iwan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
"Pihak keluarga menyatakan menolak autopsi jasad Iwan, sehingga akan segera dikebumikan," jelas Zahirin.
Kejadian ini bermula saat speedboat yang dikemudikan Iwan berangkat dari Desa Semuntul, Kabupaten Banyuasin, dengan tujuan Kayuagung, OKI.
Di tengah perjalanan, rombongan sempat menepi di sekitar Desa Sukaraja untuk menanyakan arah jalan kepada warga setempat.
Saat itulah, warga sebenarnya sudah memberikan peringatan keras kepada sang pengemudi.
"Warga sudah mengarahkan agar mereka putar balik dan cari jalur lain. Sebab, rute yang mau dilewati itu sangat berbahaya, banyak rintangan dan ada hole (pusaran air)," ujar seorang sumber informasi di lapangan.
Namun sayang, peringatan tersebut tidak digubris. Pengemudi tetap nekat melanjutkan perjalanan menerjang jalur maut tersebut.
Nahas tak dapat ditolak, sekitar pukul 18.30 WIB, saat kondisi mulai gelap, speedboat tersebut kehilangan kendali tepat di titik pusaran air. Kapal kecil itu seketika tersedot masuk ke dalam hole (pusaran air).
Dua orang penumpang yang berada di atas kapal berhasil menyelamatkan diri berkat aksi cepat warga sekitar yang melihat kejadian.
Namun, sang pengemudi tidak seberuntung rekannya, ia hilang terseret arus sungai yang deras.
Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menyebut pihaknya telah menerjunkan tim tidak lama usai menerima laporan pada pukul 21.50 WIB.
"Kami langsung mengerahkan tim menuju lokasi. Saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI/Polri, BPBD, relawan, dan warga dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU)," ujar Raymond kepada Tribunsumsel.com.
Ia menegaskan bahwa petugas segera menyisir permukaan air menggunakan perahu karet (LCR) ke arah utara dari lokasi awal kejadian.
"Tim terus berupaya maksimal dengan menyisir sisi kanan dan kiri sungai serta menyebarkan informasi kepada warga pesisir. Kami berharap korban dapat segera ditemukan," tambah Raymond.
Menanggapi kejadian ini, Raymond mengimbau dengan keras masyarakat, khususnya pengguna transportasi air di wilayah Sumatera Selatan, untuk lebih mengutamakan keselamatan.
"Kami ingatkan, tolong perhatikan kondisi jalur. Jika warga lokal sudah mengingatkan jalur itu berbahaya, jangan dipaksa. Selain itu, pastikan selalu memakai life jacket (pelampung) guna meminimalisasi risiko kecelakaan fatal di jalur perairan," pesannya.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel