Selamatkan Adik, Condro Aji Warga Cibitung Bekasi Tewas Tenggelam di Pantai Karangbolong Kebumen
Joseph Wesly March 23, 2026 05:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, KEBUMEN- Kasih seorang kakak terhadap adiknya membuat seorang remaja memprioritaskan penyelamatan sang adik saat keduanya terseret ombak saat bermain di Pantai Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2026) sore.

Sempat lebih dulu diselamatkan oleh warga terlebih, Condro Aji Wicaksono (18), warga Cibitung, Kabupaten Bekasi, meminta warga menyelamatkan adiknya terlebih dahulu.

Keduanya digulung ombak saat tengah bermain di pinggir pantai. Tingginya ombak membuat keduanya terseret di arah laut.

Condro Aji Wicaksono meminta tim penyelamat terlebih dahaulu membawa sang adik ke pinggir pantai.

Namun nahas, saat upaya penyelamatan, Condro Aji terseret ombak sehingga sempat menghilang ditelan ombok. Berselang beberapa menit kemudian, dirinya ditemukan tewas kehabisan nafas karena tenggelam.

Remaja Asal Cibitung Tewas Terseret Ombak

Condro Aji Wicaksono (18), warga Cibitung, Kabupaten Bekasi, meninggal dunia setelah terseret arus ombak saat mandi di tepi pantai. Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 16.15 WIB.

Saat itu, korban bersama sejumlah wisatawan lain tengah berada di area bibir pantai dan sekitar karang.

“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, tiba-tiba datang ombak besar yang menarik para pengunjung yang sedang berada di tepi pantai,” ujar Kapolres dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).

Minta Adiknya Diselamatkan Lebih Dulu

Salah satu saksi mata, Yuga Natha Aswangga, melihat dua orang terseret gelombang laut. Dia bersama pengunjung lain kemudian berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin.

Dalam proses penyelamatan tersebut, adik korban yang masih berusia 6 tahun, Handaru Kawidaka, berhasil diselamatkan lebih dahulu.

Menurut keterangan saksi, korban sempat berteriak meminta agar adiknya ditolong terlebih dahulu sebelum dirinya akhirnya hilang terseret arus.

“Korban sempat teriak meminta agar adiknya diselamatkan terlebih dahulu,” kata Kapolres mengutip keterangan saksi.

Korban Ditemukan Tak Sadarkan Diri

Setelah kejadian itu, korban terseret arus laut sejauh kurang lebih 30 meter dari bibir pantai. Sekitar 15 menit kemudian, korban ditemukan di tepi pantai dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Petugas SAR bersama anggota Kepolisian yang berjaga di lokasi segera memberikan pertolongan pertama. Upaya yang dilakukan meliputi pemberian napas buatan serta resusitasi jantung paru (RJP) guna menyelamatkan korban.

Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil. Korban kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU PKU Muhammadiyah Gombong untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Korban Meninggal Dunia Akibat Tenggelam

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Ciri-ciri yang ditemukan mengarah pada kondisi asfiksia akibat tenggelam, seperti bibir dan kuku membiru,” ujar Kapolres.

Polisi Imbau Wisatawan Waspada di Pantai

Kapolres Kebumen lalu mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai. I Putu Bagus Krisna Purnama menekankan agar pengunjung tidak bermain terlalu ke arah laut lepas karena berisiko tinggi terseret arus.

Selain itu, orangtua juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berwisata, terutama di kawasan pantai dengan tingkat bahaya tinggi seperti Pantai Karangbolong.

“Kami mengimbau agar pengunjung selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak lengah saat berada di kawasan pantai,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.