Jadi Jalur Perlintasan Utama, Ini Strategi Unik Dishub Bekasi Urai Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026
Joseph Wesly March 23, 2026 05:50 PM

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menyiapkan langkah strategis guna mengurai kepadatan lalu lintas saat arus balik Lebaran 1447 Hijriah.

Tambah Durasi Lampu Hijau Antisipasi Kepadatan

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penambahan durasi lampu hijau (green time) di sejumlah persimpangan menuju arah Jakarta.

Kebijakan ini diproyeksikan efektif mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan terjadi pada puncak arus balik, yakni pada 25 hingga 28 Maret 2026.

Selain pengaturan lampu lalu lintas, Dishub juga memperkuat kesiapan di lapangan melalui berbagai fasilitas pendukung.

Dishub Siapkan Langkah Teknis dan Rambu Tambahan

Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.

"Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas lalu lintas, mulai dari penambahan rambu petunjuk arah ke Jakarta, hingga penambahan waktu hijau atau green time menuju arah barat. Petugas pengatur lalu lintas juga sudah diplot di berbagai ruas jalan yang biasanya padat kendaraan," ucapnya, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, posisi Kota Bekasi sebagai jalur perlintasan utama dari berbagai daerah di Jawa Tengah menuju wilayah Jabodetabek membuat pengelolaan lalu lintas harus dilakukan secara optimal.

"Dengan dalam menghadapi arus balik ini, kamu juga telah bersinergi penuh dengan jajaran TNI, Polri, serta tenaga sukarelawan," sambungnya.

Ratusan Personel Disiagakan di Titik Strategis

Untuk mendukung pengamanan dan kelancaran arus balik, Dishub turut mengerahkan ratusan personel di berbagai titik strategis.

Sebanyak 350 petugas disiagakan di posko pengaturan lalu lintas, ditambah 50 personel di sektor terminal.

Pemantauan Lalu Lintas Gunakan ATCS

Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara real time melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS), yang memungkinkan pengambilan keputusan cepat jika terjadi kepadatan.

"Pergerakan kendaraan juga didukung oleh pantauan mata digital dari 19 petugas Area Traffic Control System (ATCS) kami," tuturnya.

Siapkan Rekayasa Arus hingga One Way dan Contraflow

Selain rekayasa lalu lintas di jalan arteri, Dishub juga menyiapkan skenario pengalihan arus jika diperlukan, termasuk penerapan sistem one way dan contraflow di ruas tol.

Teguh pun mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan memilih waktu yang tepat agar terhindar dari kemacetan.

"Bagi warga yang akan balik melintasi atau menuju Kota Bekasi, kami imbau agar tetap berhati-hati di perjalanan. Pastikan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima. Yang terpenting, patuhi arahan petugas di lapangan, terutama saat pemberlakuan sistem one way dan contraflow di sepanjang jalan tol," tuturnya.

Dishub Petakan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Sebagai bagian dari pengendalian arus kendaraan, Dishub Kota Bekasi juga telah memetakan sejumlah jalur utama yang dilintasi pemudik, mencakup jalur utara, tengah, hingga selatan.

Pada jalur utara, rute meliputi kawasan Jalan Sultan Agung, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cut Meutia, hingga Bulak Kapal dan Tambun.

Sementara jalur tengah mencakup Jalan KH Noer Ali, Jalan M Hasibuan, Jalan Chairil Anwar, Jalan Cempaka (Margahayu), hingga Kalimalang dan Grand Wisata.

Adapun jalur selatan meliputi akses dari Bogor melalui Jalan Siliwangi, Jalan Cut Meutia, Jalan Ir H Juanda, hingga Bulak Kapal dan Tambun.

Dengan berbagai langkah tersebut, Dishub berharap arus balik Lebaran di wilayah Bekasi dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali.(m27)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.